Mbak Sri, Difabel Keliling Indonesia Tunggangi Motor

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sri Lestari (44) warga Manisrenggo Klaten mengalami kecelakaan hebat saat membonceng motor tahun 1997 lalu. Syaraf di tulang belakang putus hingga membuatnya tak lagi bisa merasakan separuh bagian tubuhnya ke bawah.

Lebih dari 10 tahun, Mbak Sri begitu ia akrab disapa berjuang karena menilai kondisinya tersebut bisa disembuhkan. Namun ternyata hidupnya benar-benar berubah karena kondisinya tak bisa dikembalikan seperti semula dan harus beraktivitas menggunakan kursi roda.

Baca juga :

Mensos Puji Kreatifitas Difabel DIY

Kaum Difabel Dilatih Membatik

Sempat terpuruk, Mbak Sri akhirnya mulai berpikir untuk bangkit dari kondisinya. Berusaha bisa bergerak mandiri agar bisa bekerja menghidupi diri sendiri menjadi alasan akhirnya Mbak Sri mau keluar rumah dan berusaha.

“Mosok ngemis, itu yang saya pikirkan pertama kali karena benar-benar tak bisa mendapat penghasilan sendiri, tak punya uang meski kemudian keinginan itu langsung saya sangkal sendiri. Beberapa tahun berpikir, saya nekat beli motor yang kemudian dimodifikasi, tujuan saya mengunjungi teman-teman sesama difabel yang mengalami keterpurukan seperti saya, agar bisa bangkit bergerak lagi,” ungkapnya ketika ditemui dalam acara Rindu Touring bareng Corsa Sabtu (030/3/2018).

Tahun 2013 menjadi kali pertama Mbak Sri berkendara menunggangi motor hasil modifikasi. Rute Prambanan Malang bersama seorang teman dipilih untuk menjajal kemampuan berkendara sekaligus modifikasi motor di mana kursi roda bisa ditempatkan sedemikian rupa.

“Saat itu 12 jam saya berkendara dan ternyata sukses. Mulailah kemudian tahun itu juga saya tempuh Jakarta-Bali selama 20 hari dan ternyata mendapat perhatian banyak pihak, dukungan untuk saya mengalir,” ungkapnya lagi.

Perjalanan Mbak Sri ternyata tak lantas selesai di situ. Rute Sabang-Jakarta berhasil ditempuh dalam 36 hari untuk kemudian rute Manado-Makassar yang diselesaikan dalam 24 hari.

“Selama perjalanan banyak sekali teman-teman ditabel yang saya kunjungi dan ternyata mereka baru tahu orang lumpuh seperti saya bisa bergerak sejauh ini. Banyak yang temotivasi dan mau keluar rumah berusaha sehat dan bergerak paling tidak bisa bekerja menghidupi diri sendiri. Rasanya luar biasa sekali,” ungkapnya lagi.

Sempat Rasakan Sel Tahanan di Tulungagung

Banyak hal menarik yang didapatkan Mbak Sri saat menempuh perjalanan keliling Indonesia menjangkau teman sesama difabel. Salah satunya saat harus merasakan sel tahanan salah satu Polsek di Tulungagung Jawa Timur pada 2014 lalu.

Bukan lantaran melanggar lalu-lintas, namun Mbak Sri harus mencari ruang kosong untuk mengganti pampersnya karena kelumpuhan yang dialami. “Saat itu waktunya ganti pampers dan hanya ada kantor polisi sehingga saya bersama adik berhenti di sana. Polisi membantu tapi satu-satunya ruang kosong yang sel tahanan, jadilah saya ganti di sana, malah merasakan di sel akhirnya,” kenangnya tertawa.

Pengalaman tersebut begitu mengena dan menjadi kenangan bagi Mbak Sri hingga saat ini. “Rasanya saya bisa memaknai perjalanan-perjalanan saya selama ini. Pengalaman masuk sel tapi kemudian melihat teman difabel bangkit lagi, luar biasa sekali dalam keadaan seperti ini masih bisa bermanfaat bagi orang lain,” imbuhnya berkaca.

Dapat Hadiah Motor dan Naik Haji Bersama Orangtua

Kabar inspiratif dari Mbak Sri ternyata menyebar luas hingga ke telinga pemerintah Arab Saudi. Kedutaan besar Arab Saudi untuk Indonesia pun menghadiahi Mbak Sri ibadah haji dan umroh gratis bersama kedua orangtuanya tahun 2018 ini.

“Saya menangis dapat kabar itu, bisa haji dan umroh gratis bersama orangtua tidak pernah mimpi karena dulu mau kerja dapat uang saja sulitnya minta ampun rasanya. Tanggal 10 Maret 2018 ini berangkat Umroh, dapat dari Kedubes Arab Saudi untuk Indonesia, katanya mengetahui kisah saya selama ini. Apalagi dapat motor baru yang sekarang sedang dimodif, terimakasih sekali,” ungkapnya.

Kini, setelah menginspirasi banyak orang, Mbak Sri tak lantas hendak berhenti menempuh perjalanan menggunakan motor modifikasinya. Agenda perjalanan untuk mengunjungi lebih banyak difabel di Indonesia telah disusun jadi target yang akan diselesaikan.

“Banyak sekali yang minta dikunjungi tapi belum sempat, mudah-mudahan kedepan bisa terwujud. Saya berharap semakin banyak teman difabel yang termotivasi dan memperjuangkan kembali hidupnya,” harapnya.

Bantuan berbagai pihak pun datang untuk mensuport misi Mbak Sri ini. Salah satunya datang dari Respiro dan produsen ban Corsa yang hendak mengupayakan bantuan kursi roda untuk difabel yang dijangkau Mbak Sri.

“Kisah Mbak Sri begitu menginspirasi dan Corsa sedang berdiskusi apa hal yang dibutuhkan Mbak Sri untuk membantu teman-teman difabel. Bukan hanya suport ban motornya saja tapi mungkin kursi roda untuk teman-teman ditabel, akan segera kami wujudkan,” ungkap Akhmad Nursyamsu, Head of Brand Activation and Sport Activity PT Multi Strada Arah Sarana. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI