Media Harus Jaga Kearifan Lokal

YOGYA (KRjogja.com) – Media harus mampu menyerap wisdom atau kearifan dari masyarakatnya. Sebab dengan begitu, media akan mampu memuliakan manusia dengan konsep tersebut. Ketika media sudah memuliakan, tidak semestinya dinistakan kembali dengan alasan apapun.

"Media tidak hanya memiliki kewajiban dan tanggungjawab civil education. Tapi media juga harus turut mewujudkan pendidikan kepada masyarakat tentang budaya transparan selaras dengan kearifan lokal masing-masing," tegas budayawan M Sobari dalam Editors Meeting
#untukpublikdemirepublik di Ballrom Hotel Harper Jalan Margo Utomo Yogyakarta, Kamis (18/8/2016). Kegiatan ini diselenggarakan Kementrian Kominfo RI dengan menghadirkan jajaran media, baik cetak dan elektronik di Yogyakarta dan sekitarnya.  

Ditambahkannya, akan sangat sulit menggabungkan idealisme media dengan sisi bisnis. Sebab kedua hal tersebut memiliki kepentingan yang berbeda. Namun ternyata pada saat ini keberadaan media tidak pernah lepas dari keberadaan dua kepentingan tersebut. Sehingga tidak mengherankan jika media kerap menjadi alat kepentingan pribadi atau golongan.

Sementara dalam diskusi yang dipandu moderator Prita Laura ini, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo RI Drs Rosarita Niken Widiastuti MSi menuturkan di era reformasi ini media harus mengutamakan kepentingan bangsa dan negara melalui penyebaran informasi yang berimbang. Sebab media memiliki tanggungjawab yang besar untuk tetap menjaga keutuhan NKRI dari segala informasi yang merugikan.

"Media sedang mengalami mediamorphosis berupa perkembangan media karena ada beragam unsur, seperti ekonomi, politik hingga teknologi. Kondisi ini tidak bisa ditolak, tapi jarus disikapi dengan arif dan bijaksana," ucap Rosarita.

Sementara itu tokoh pers Saur Hutabarat mengatakan kebebasan pers di negeri ini sudah cukup baik. Ada kesetaraan antara publik, media dan negara. Meskipun ada kebebasan, tapi tetap mengandung nilai tanggungjawab di dalamnya. (M-5)

 

BERITA REKOMENDASI