Melani Arta, Modal Nol Rupiah Tumbuh Jadi 9 Resto

Editor: Ivan Aditya

“Semula saya hanya ingin jadi supplier kepiting dan ikan laut. Tapi melihat antusiasnya konsumen pesan kepiting masak, membuat kami berpikir. Mengapa tidak buka rumah makan sekalian? Kemudian kami cari kontrakan tempat untuk mendirikan kedai kecil,” ungkapnya.

Dapat kontrakan tempat di utara Pasar Kolombo Jalan Kaliurang Km 7. Tempatnya memang tidak di pinggir jalan utama. Namun karena nama The Crabbys sudah viral di instagram, meski tempatnya di dalam, tetap dicari. “Bahkan yang bikin kami terharu, konsumen rela antre menunggu ada meja kosong. Tak sedikit yang ikut memromosikan melalui postingan di akun instagram dan facebook. Pokoknya terharu banget. Tidak menyangka antusiasnya sebesar itu,” tutur Mimin.

Uang untuk sewa tempat dan mendirikan kedai murni dari keuntungan jualan kepiting online. Mimin mengungkap, salah satu sebab mengapa bisnis kepitingnya viral, karena dia bisa menjual dengan harga paling murah dibanding tempat lain. Dia bisa jualan murah karena kulakan langsung dari sumber penghasil kepiting di Papua, Kalimantan, Semarang dan Demak.

Kedainya terus dibanjiri konsumen. Keuntungan yang diraub fantastis.”Enam bulan buka kedai, bisa punya restoran ini. Tanah sewa 20 tahun.Bangunannya, supaya irit, kami kerjakan sendiri,” lanjut Mimin ketika ditemui di restonya kawasan Pojok Tiyasan Condong Catur.

Sebuah resto yang sangat representatif di atasla han 1.200 meter persegi. Miminmengaku, dia dan Iyan, panggilan akrab suaminya, sama-sama berangkat dari nol. “Kami bertemu sama-sama dalam kondi sisusah. Kami kerja keras untuk menjalanihidup,” kata bungsu dari 9 bersaudara yang sejak kecil sudah terbiasa cari duit sendiri dengan jualan es, makanan dan bahkan layang-layang.

***

LAHIR dari keluarga besar danmenjadi bungsu 9 bersaudara, menempatkan Minati Arta pada posisi tidak enak. Kemampuan yang dimiliki orang tua, praktis sudah banyak terkuras untuk membiayai kakak-kakaknya.”Apalagi di saat saya butuh biaya, ayah meninggal. Saya harus hidup prihatin. Bisakuliah saja, saat itu sudah menjadi anugerah besar,” kisahnya.

BERITA REKOMENDASI