Mell Shalila, Ciptakan Pelajaran Daring Menarik Bagi Anak

Editor: Ivan Aditya

PELAJARAN jarak jauh (PJJ) yang diterapkan di masa pandemi Covid-19, memunculkan banyak permasalahan. Tak sedikit anak-anak yang merasa sedih karena tak bisa sekolah.

“Ada anak yang kirim voice dan menangis, kangen ingin sekolah,” kata Mell Shalila, pengajar Kelompok Bermain Mutiara Hati Bangsa Plembutan Playen Gunungkidul.

Dampak lain, guru jadi seperti orang asing karena jarang masuk sekolah. “Anak sekarang hampir sulit menerima kenormalan. Setelah masuk zona hijau, masuk tiap Senin saja. Ada nuansa beda. Tidak akrab dan aneh karena semua pakai masker. Anak tidak boleh bersalaman seperti biasa,” papar Mell yang juga dikenal sebagai penulis novel dan motivatir kepenulisan.

Realitas tersebut memang harus dihadapi. Tak ada yang bisa disalahkan. Menurut Mell, anak-anak lebih sulit berkomunikasi. Beda jika tiap hari masuk sekolah. Laporan wali yang masuk ke para pengajar, anak selalu semangat masuk sekolah pada hari Senin. Bosan di rumah.

Perempuan kelahiran 29 Januari 1984 ini tak menampik, para guru juga ikut kerepotan. Berbagai terobosan pun dicoba. Seputar memberikan kegiatan bermain yang mengasyikkan. Beruntung para pengajar kompak, bahu-membahu saling mendukung.

“Kami hanya minta foto sebagai penilaian perkembangan. Kalau video tidak, menyulitkan wali. Pada pertemuan hari Senin, akan dibicarakan situasi kegiatan bermain seperti apa dan perkembangan anak sejauh mana,” papar Mell yang barusan dinobatkan sebagai Runner Up Duta Baca DIY 2020.

Insentif yang diterima tak pernah diperhitungkan. Mell dan para pengajar mengajar dengan semangat pengabdian tidak main-main.

Sebagai pendidik yang dekat anak-anak, Mell melihat, meningkatkan minat baca masyarakat dimulai dari anak usia dini. Sebagai tonggak pendidikan karakter anak menghadapi perkembangan selanjutnya.

“Dengan pembiasaan menyukai buku sejak dini, akan membangun anak cinta membaca. Membangun pondasi terlebih dahulu untuk mengokohkan karakter dan kesiapan live skills pada tingkatan usia selanjutnya,” ujar fasilitator literasi regional Jawa itu.

Istri Marsudi ini dikenal aktif di berbagai kegiatan. Mell juga tak pernah menyerah belajar. Saat ini sedang menempuh S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Terbuka.

Putri Ngatirin-Sutrisni Plembutan Timur Playen Gunungkidul ini juga rajin menerbitkan novel. Belasan novel telah dihasilkan. Di antaranya Xie Xie Ni De Ai (2010), Cryng Winter (2011), Ekspedisi Cinta Gokil si Daren (2012), Loves Direction (2012), Big Time Passion (2013), The Dream in Taipei City (2013), Rumah 1000 Dongeng (2013), A Simple Secret Love (2019), A Thousand Promisses (2020), Antologi Cerita Horor Nek Klewek (2013).

“Di manapun menanam, harus berkembang,” tandas pemilik nama asli Ermawati tentang prinsip hidupnya.

Pengidola Dan Brown dan Najwa Shihab ini juga menulis di Platform Kwikku @mellshaliha. Ada tiga novelnya di Platform. Yaitu A Secret Guard Beside Me, The Last Winter, dan When You Believe. Pembacanya di atas 2000. (Latief ENR)

BERITA REKOMENDASI