Memanfaatkan Visiting Jogja, Wisatawan Bisa Pantau Destinasi Wisata

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Pariwisata (Dispar) DIY terus memantau pergerakan wisatawan di DIY melalui aplikasi Visiting Jogja yang telah dimanfaatkan sejak Juni 2020 lalu. Kehadiran aplikasi Visiting Jogja in banyak manfaatnya khususnya bagi wisatawan guna memantau tingkat kunjungan destinasi wisata di DIY yang melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo menyampaikan Pemerintah memberlakukan pembatasan kuota pengunjung maksimal 50 persen dari kunjungan normal di destinasi wisata. Tidak terkecuali di DIY, destinasi wisata maksimal hanya bisa menerima 50 persen pengunjung dari kunjungan normal sebelum pandemi Covid-19. Hal tersebut guna mematuhi Standard Operating Procedure (SOP) protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di destinasi wisata, selain wisatawan wajib mengenakan masker dan mencuci tangan juga harus jaga jarak fisik mengantisipasi timbulnya kerumunan.

“DIY masih menjadi peringkat pertama di Pulau Jawa dalam hal tingkat kunjungan wisatawan, wisatawan tersebut masih mengandalkan wisatawan lokal atau domestik seperti dari DIY sendiri, disusul dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat baru DKI Jakarta,” kata Singgih di Yogyakarta, Jumat (02/10/2020).

Singgih mengungkapkan apabila dilihat dari pendataan melalui aplikasi Visiting Jogja, secara umum rata-rata terjadi pergerakan wisatawan di angka 19.000 hingga 20.000 orang pada akhir pekan lalu pada Minggu mencapai kisaran 39.000 hingga 40.000 orang di DIY. Jumlah kunjungan wisatawan tersebut belum secara total keseluruhan yang terdata sebab baru 91 destinasi wisata di DIY yang masuk dalam aplikasi Visiting Jogja tersebut.

“Baru ada 91 destinasi wisata di DIY yang telah beroperasi per awal Oktober 2020 dan akan bertambah tetapi harus bertahap yang masuk aplikasi Visiting Jogja.Dari 91 destinasi wisata yang beroperasional tersebut, tingkat kunjunga wisatawannya pun masih belum merata,” tandasnya.

Singgih menyampaikan destinasi wisata favorit di DIY yang menjadi magnet bagi wisatawan adalah wisata alam terutama pantai seperti Baron dan Parangtritis, Tebing Breksi, kemudian menyusul Becici dan hutan pinus Pengger. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar wisatawan dapat mengunduh dan mengakses Visiting Jogja ketika akan mengunjungi destinasi wisata di DIY.

“Pemerintah memberlakukan 50 persen dari kapasitas kunjungan dimana angka itu dapat dihitung melalui aplikasi Visiting Jogja. Contohnya di Tebing Breksi angka kunjungan mendekati penuh, angkanya akan berubah warna jadi merah. Sehingga bagi wisatawan yang ingin ke Breksi, agar sementara menahan dulu hingga tanda hijau muncul, selagi menunggu bisa emanfaatkan destinasi sekitarnya seperti Candi Ijo, Candi Banyunibo dan sebagainya,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya sangat berharap wisatawan yang datang dapat melakukan reservasi terlebih dahulu. Mengingat dapat terjadi kemungkinan wisatawan tidak bisa masuk karena kuota kunjungan yang sudah penuh di destinasi wisata tersebut.

“Wisatawan dapat mengakses aplikasi Visiting Jogja untuk reservasi tiket jika ingin mengunjungi destinasi wisata yang diinginkan. Jika destinasi tersebut sudah penuh maka tiketnya tidak bisa dijual lagi sehingga wisatawan dapat memesan kembali sampai penjualan tiket dibuka kembali. Wisatawan tidak perlu mengantri dan tidak akan merasa kecewa karena tidak bisa masuk jika telah mengakses Visiting Jogja,” terang Singgih. (Ira)

BERITA REKOMENDASI