Membangun Kepercayaan Publik Tantangan Berat Media Siber Saat Ini

Yogya (KRJOGJA.com) – Makin maraknya media berbasis internet sertaribuan informasi yang datang, membuat publik memerlukan fakta yang terjadi sebenarnya.

“Banyak beberan media dengan paparan yang beda, membuat publik ingin fakta sebenarnya. Mana informasi sebenarnya yang benar? Ini yang terlontarkan ketika membaca media ” kata Wakil WalikotaYogyakarta, Heru Puwadi, ketika bicara di dalam Rapat Kerja Wilayah dan pelantikan pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) DIY di Grand Aston, Yogyakarta Sabtu (10/4/21).

Heru yang juga dosen komunikasi di sebuah perguruan tinggi swasta tersebut mengatakan, hal itu lantaran banyaknya media berbasis internet, media sosial yang kemudian berlomba-lomba menampilkan berita yang ‘wah’. Ia juga melihat media massa sekarang bukan sekadar menampilkan data, namun juga menggunakan opini seseorang. Makinkenceng opini, makin dipakai. Bahkan dalam pengamatannya, ketika kemudian dalam sebuah konflikpolitik misalnya, saat media menampilkan opini maka pembaca bertanya, siapa ya dibalik tersebut.

Ada kurang percaya pada mediatersebut. Artinya, daya saja ternyata tidak cukup.Bahkan dalam disrupsi media saat ini, dalam mencari dana jugamengalami disrupsi. “Rezim media yang memberi kapitasi media tersebut, seenaknya mengubahnya. Yang mengandalkan dari kapitasi tersebut akan ikut. Kita didikte.” Katanya.

Dalam Rakorwil yang dipimpin oleh ketua AMSI DIY Anton Wahyu Prihantono, ketua umum AMSI Pusat Wenseslaus Manggut mengatakan, kehadiran AMSI bukan hanya harus menghadirkan konten yang berkualitas, tetapi juga harus terus berupaya menjaga penguatan keberlangsungan media yang berkelanjutan.

Dalam Rakerwil tersebut diputuskan untuk antara lain mengkampanyekan AMSI sebagai penyedia konten yang sehat dan terpercaya serta tidak menyiarkan hoaks. Selain juga ikut meningkatkan literasi media siber kepada publik. (Ioc)

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI