Membangun Rasa Gembira di Shelter Dinsos DIY, Pulih dari Covid-19 dengan Singkirkan Perbedaan

“POKOKNYA di shelter ini, yang penting happy (senang),” ungkap Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, SH MSi mengungkapkan pola penanganan warga yang terinfeksi Covid-19 di shelter Dinas Sosial DIY.

Berbagai upaya dilakukan agar mereka bisa senang, yakni dengan membangun kebersamaan, berolahraga dan mengadakan permainan. Bahkan mereka bisa mengungkapkan perasaannya, sehingga jika galau bisa tercurahkan, untuk kemudian hadir kebahagiaan pada mereka. Kegembiraan bisa hadir karena di shelter bukan mencari masalah, tetapi memburu kebahagiaan dari program-program penanganan pasien. “Karena itu, kebersamaan, tanpa membeda-bedakan asal usul, suku dan agama, menjagi bagian penting untuk meraih kegembiraan tersebut,” ungkap Endang.

Dikemukakan, Endang, shelter Dinsos DIY yang terletak di Jalan Veteran Yogyakarta ini, memang ditangani langsung pihaknya. Ibarat percontohan bagi yang lain, maka penanganan warga yang isolasi harus lebih baik. Shelter ini salah satu dari 32 shelter dalam penanganan Dinsos DIY dengan penanganan bersama pihak lain, termasuk kabupaten/kota se-DIY.

Shelter ini menggunakan bangunan Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial di Jalan Veteran no 8 Yogyakarta. Kebetulan bangunan tersebut kosong dan telah meminta izin penggunaan dengan Kementerian Sosial.

Ternyata adanya shelter ini sangat membantu, karena menjadi solusi bagi warga yang berada di perantauan, baik aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, bahkan para mahasiswa luar daerah.
Sejumlah mahasiswa terpaksa harus ‘terusir’ dari kosnya karena tidak ada tempat untuk isolasi. “Kami malah dapat cerita dari teman-teman wartawan yang mengungkapkan banyak mahasiswa terpapar Covid-19, namun tidak bisa isoman karena tidak diperkenankan ibu kosnya.

Dan kami persilakan untuk melakukan isolasi di shelter Dinsos,” ujar Endang. Adapun kegiatan warga di shelter setelah bangun pagi, diawali dengan cek kesehatan (tekanan darah, nadi, suhu tubuh, dan saturasi pada pukul 06.00-06.30. Dilanjutkan dengan
olahraga ringan. Setelah itu, melakukan kegiatan membersihkan ruangan, untuk kemudian sarapan.
Berjemur pagi menjadi rutinitas warga, dan beristirahat. Setelah makan siang dan istirahat, dilanjutkan kembali berjemur sore.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY, dr Tri Wijaya mengapresiasi konsep penanganan warga yang harus isolasi di shelter Dinsos DIY. Di samping dilengkapi peralatan yang memadai dan tenaganya, juga didukung penanganan yang bagus. Seperti membuat warga di shelter bisa bahagia. “Setiap hari mereka berolahraga bersama, bermain bersama. Tunjukkan keguyuban. Ini yang penting, semangat untuk kembali sehat,” ujar dr Tri.

Dengan rasa happy ini akan meningkatkan imunitas tubuh. Sehingga akan bermanfaat bagi upaya memperoleh kesembuhan. (Jon)

BERITA REKOMENDASI