Membersihkan Sampah Visual Sambil ‘Ngontel’

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, (KRJOGJA.COM) – Cagar budaya, fasilitas umum, sampai lampu APILL dipersimpangan jalan kini bagai lokasi gratis untuk menempel poster, iklan, ataupun publikasi event. Bahkan Mahasiswa dan pelajar di Yogyakarta mendominasi sebagai pelaku yang paling banyak menyebar sampah visual.

“Di Yogyakarta ini ada sampah yang paling mengotori nomor dua setelah sampah rumah tangga yaitu sampah visual. Hal ini sangat menganggu pemandangan dan estetika kota Jogja sendiri”, kata Bekti Maulana Koordinator Jogja Garuk Sampah, pada Jumat (15/12). Perhatian Bekti untuk membersihkan sampah visual ini disampaikan dalam forum Creative Sharing Pinashtika ke-18, di Monumen Jogja Kembali yang bertema “Hobi Kok Migunani”.

Berangkat dari keinginan untuk menghilangkan sampah visual muncul aktivitas yang migunani dengan “Ngegoes Sambil Nethel” atau Ngontel. Ngontel adalah kegiatan bersepeda berkeliling kota Yogya untuk melepas (nethel) sampah-sampah. Namun tidak cukup dengan membersihkan sampah di berbagai tempat lalu membakar. Sampah yang melanggar peraturan itu justru dibawa ke Balai Kota Yogya dan dilaporkan.

Bekti menceritakan kegiatan membersihkan sampah justru mendapat respon negatif. Bahkan aktivitas ini pernah mendapat makian dan lemparan bambu saat menegur siswa yang memasang poster di jam pagi sebelum masuk sekolah. “Saya bilang ini bukan lokasinya. Malah mereka melempari saya batu dan bambu, sampai masyarakat sekitar keluar lalu mereka kabur”, kisahnya.

Sementara itu, awal mula melakukan kegiatan mulia ini ketika bergabung dengan temannya yang berasal dari Blora, Jawa Tengah. Dalam sebuah komunitas resik-resik Jogja, ia mulai berkecimpung dalam kegiatan membersihkan kawasan kota wisata. Kegiatan tersebut secara tidak langsung memberikan pesan edukasi kepada wisatawan. (Gumido)

 

BERITA REKOMENDASI