Memprihatinkan, Sampah di Pedestrian Malioboro

YOGYA, KRJOGJA.com – Di saat proses penataan kawasan semi pedestrian Malioboro terus berlangsung, pemandangan memprihatinkan masih saja terjadi akibat kurangnya kesadaran masyarakat untuk turut menjaga kebersihan dan kenyamanan jantung Kota Yogyakarta tersebut.

Banyaknya sampah plastik dan sisa-sisa makanan maupun minuman berserakan di kawasan semi pedestrian Malioboro tersebut sangat disayangkan berbagai pihak. Padahal revitalisasi kawasan semi pedestrian dijadwalkan segera rampung. Untuk itu, diperlukan kepedulian semua pihak untuk menjaganya termasuk penegakan aturan dengan sanksi tegas terhadap berbagai bentuk pelanggaran.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemda DIY GBPH Yudhaningrat mengatakan, pihaknya akan menegakkan Perda No 2/2017 tentang Ketertiban Umum, salah satunya penegakan aturan trotoar bagi pejalan kaki, tertib kebersihan, tertib anak jalanan dan gepeng, tertib pelacuran dan sebagainya. Ada payung hukum untuk menegakkan aturan tersebut di kawasan Malioboro.

"Kebersihan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaganya, baik pemerintah, aparat maupun masyarakat. Kita sudah bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY terkait revitalisasi Malioboro, kita sementara ini berusaha menjaga kebersihan dan penegakaan hukum trotoar bagi pejalan kaki," tandas Yudhaningrat kepada KRJOGJA.com, Jumat (27/10/2017).

Yudhaningrat menambahkan, upaya penegakan hukum tersebut antara lain dengan menggelar razia rutin di lapangan, bekerja sama dengan Kepolisian maupun TNI. Jangan sampai pelanggaran di trotoar maupun membuang sampah sembarangan dibiarkan saja atau didiamkan, karena jika berlarut-larut akan susah dan bisa ditiru kawasan lainnya. Sedangkan untuk penanganan anjal dan gepeng termasuk pelacuran di kawasan Malioboro, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) DIY.

Kabid Cipta Karya Dinas PUP ESDM DIY Muhammad Mansyur mengatakan, penataan semi pedestriaan Malioboro tahap kedua sudah masuk tahapan pemasangan street furniture berupa bangku-bangku di area Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Revitalisasi semi pedestrian Malioboro tahap kedua akan diselesaikan sesuai batas waktu akhir November 2017 dan saat ini sudah mencapai 75-80 persen.

"Kami optimis berjalan tepat waktu sesuai target baik. Revitalisasi kawasan semi pedestrian Malioboro sudah on the track, namun sayangnya diwarnai problematika kebersihan," tandas Mansyur.

Mansyur menyatakan, pihaknya sudah berusaha agar saluran air, pot-pot dan sebagainya tidak untuk membuang sampah apapun. Sudah disediakan pula tempat sampah hingga saluran untuk pembuangan limbah basah. Karena itu siapapun yang berada di kawasan semi pedestrian Malioboro hendaknya memiliki kesadaran untuk bersama-sama menjaga kebersihan karena merekalah yang diuntungkan dan nyaman berada di Malioboro.

Menanggapi masih banyaknya sampah di kawasan Malioboro, peneliti senior Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM yang juga pemerhati lingkungan Prof Chafid Fandeli menyatakan, penyadaran arti pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban di Malioboro harus dilakukan terus-menerus. Sanksi terhadap pelanggar tidak menjamin persoalan itu bisa diselesaikan tuntas. Tanpa diimbangi kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan, pemberian sanksi hanya akan menjadi solusi sesaat.

"Saya kira cukup bagus kalau di kawasan Malioboro ada semacam Unit Pengelola Sampah dan Toilet. Selain bisa menumbuhkan kesadaraan masyarakat untuk menjaga kebersihan, jika dikelola dengan baik akan mendatangkan keuntungan juga, apalagi jika sampah dan limbah tersebut bisa diolah menjadi energi atau produk yang memiliki nilai jual," paparnya.(Ira/Ria)

BERITA REKOMENDASI