Mencari Lailatul Qodar

Editor: Ivan Aditya

LAILATUL Qadar atau Lailat Al Qadar merupakan satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan. Lailatul Qodar digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Lailatul Qadar juga berarti malam yang bernilai (mulia), malam ketentuan dan malam yang sempit. Dinamai malam yang bernilai karena pada malam itu telah diturunkan Al-Quran, disebut malam ketentuan karena pada malam itu ditentukan segala urusan yang berlaku di atas bumi ini selama setahun, mulai dari bulan Ramadhan tahun ini hingga bulan Ramadhan tahun depan. Dinamai malam yang sempit karena pada malam itu bumi yang kita tempati ini menjadi sempit karena penuh sesak dengan malaikat-malaikat Allah.

Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil dari 10 malam terakhir bulan Ramadhan, yaitu pada tanggal 21, 23, 25, 27 atau 29 Ramadhan. Nabi Muhhamad tidak memberitahukan kepastian terjadinya malam yang mulia itu kepada umatnya dan hanya memerintahkan untuk mencari serta mendapatkan malam yang mulia itu.

Sebagian besar ulama menyatakan Lailatul Qadar terjadi pada malam ke 27 Ramadhan. Yazid al Bustami, salah seorang sufi menyatakan ia mengalami dua kali malam yang mulia itu, yang kesemuanya pada malam ke 27 Ramadhan.

Namun demikian para ahli tasawwuf menyatakan malam mulia itu terjadi berdasarkan hari pertama bulan Ramadhan. Apabila awal Ramadhan hari Jumat atau Senin, maka malam mulia itu terjadi pada malam ke-29 Ramadhan. Namun apabila awal Ramadhan pada hari Sabtu, maka Lailatul Qadar itu terjadi pada malam ke-21.

Bilamana awal Ramadhan hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar itu terjadi pada malam ke-27 Ramadhan. Sedangkan apabila awal Ramadhan hari Selasa, maka Lailatul Qadar itu terjadi pada malam ke-21 Ramadhan. (Van)

BERITA REKOMENDASI