Meneguhkan Jiwa Kejuangan Pahlawan Nasional, Membangun Negeri

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dalam upaya mengajak segenap eksponen masyarakat untuk memelihara, menguatkan dan terus meningkatkan jiwa patriotisme guna ikut berkontribusi membangun dan memenangkan bangsa dan negara Indonesia tercinta, Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Korwil D.I. Yogyakarta menyelenggarakan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021 dengan kegiatan doa bersama dan sarasehan.

Kegiatan dengan tema “Meneguhkan Jiwa Kejuangan Para Pahlawan Nasional, Berkontribusi Membangun Negeri”, berlangsung Selasa, (09/11/2021) di kediaman ketua IKPNI Korwil DIY, GBPH. H. Prabukusumo, Kraton Yogyakarta. Dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang bersikap tegap dan hikmat, dilanjutkan dengan Doa dan pemotongan tumpeng sebagai lambang guyub rukun antar keluar Pahlawan Nasional dan masyarakat. Nampak hadir unsur keluarga Pahlawan Nasional, tokoh masyarakat, pejabat Dinsos dan media massa.

Pada sambutan pembukaan, Ketua IKPNI Korwil DIY GBPH. H. Prabukusumo, menyampaikan bahwa keanekaragaman budaya, golongan dan agama di Indonesia adalah anugrah Tuhan yang tidak ada duanya di dunia dn harus dirawat oleh semua. Selanjutnya Ia menekankan betapa pentingnya membangun karakter generasi penerus untuk mewujudkan masa depan bangsa yang gemilang.

“Saya berpesan 3 hal, yaitu agar setiap anggota IKPNI berupaya turut membangun masyarakat di tingkat pusat maupun daerah, kemudian agar setip orang tua berupaya mendidik putera-puterinya untuk kelak siap menjadi pemimpin bangsa serta agar kita semua memberikan pendidikan akademik dan non akademik yang baik guna menumbuhkan jiwa mulia, jiwa yang tidak akan takluk dengan godaan, termasuk korupsi. Tanggung jawab moral kita bersama adalah mewujudkan generasi muda yang pintar, cerdas, taat beribadah namun nasionalis serta mampu berbicara runtut. Dengan begitu mereka nanti akan mampu menjdi pemimpin masa depan yang hebat dan bertujuan mulia,” demikian Gusti Prabu.

Pada sesi berikutnya KRT Jatiningrat menyampaikan peristiwa sejarah Serangan Umum (SO) 1 Maret dan dampaknya yang besar bagi diplomasi pengakuan kemerdekaan Indonesia. “Saya berpandangan perlu adanya pelurusan sejarah peristiwa SO 1 Maret dan  meskipun mungkin perlu perjuangan yang tidak mudah, tapi saya mendukung penuh penetapan SO 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Nasional.” Dmikian ucapnya.

Sarasehan yang berlangsung hangat dan dinamis ini selanjutnya diisi dengan diskusi yang para keturunan keluarga Pahlawan Nasional masing-masing GBPH Yudhaningrat (Sultan HB IX), Gunawan Budiyanto (Ki Bagus Hadikusumo), Indah (Ki Suryo Pranoto), Teguh (Jend. Sudirman), Ganis Sugiyono (Kol. Soegiono), Rahadi S Abra (Pangeran Diponegoro), Ani Yudhastawa (Ki Mangunsarkoro), Widyawati (Ki Hajar Dewantara), Siti Hadiroh (KHA Dahlan), Tofani Pane (Lafran Pane), Ubaidurrahman (KH Kahar Muzakkir), Hary Sutrasno (Kasman Singodimedjo), Hendro (Nyi Ageng Serang), dan Haryo Katamso (Brigjend Katamso).

Pada menjelang penutupan sarasehan, tersimpul dari diskusi para peserta sarasehan bahwa setidaknya terdapat 3 karakter kejuangan para Pahlawan Nasional yang dapat menjadi landasan moral kejuangan seluruh anak bangsa saat ini dan ke depan , yaitu (1) Memulai berjuang harus telah selesai dengan dirinya sendiri, (2) Adanya golongan/agama yang beraneka harus dimaknai sebagai kekayaan kebhinekaan bangsa dan harus menjadi basis moral kejuangan seluruh anak bangsa, dan (3) Semangat pemimpin yang mendahulukan kepentingan bangsa negara daripada kepentingan golongan/agama sangat diperlukan dalam kondisi bangsa saat ini dan merupakan ketauladanan yang diperlukan generasi muda bangsa. (*)

BERITA REKOMENDASI