Mengadu ke DPRD DIY, Aliansi Jogja Bersatu Tolak RUU HIP

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Aliansi Jogja Bersatu yang merupakan gabungan beberapa ormas seperti Front Anti Komunis Indonesia, Forum Jogja Rembug, Front Jihad Islam, Gerakan Bela Negara, Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Beigade Muda Jogja, Pemuda Pancasila dan Paksikaton mendatangi DPRD DIY, Rabu (01/07/2020). Mereka menyuarakan aspirasi menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) serta meminta dibubarkannya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Komandan Paksikaton, Mohammad Suhud mengungkap ada beberapa hal yang ingin disampaikan dalam audiensi bersama DPRD DIY di antaranya yakni pencabutan pembahasan RUU HIP, bubarkan BPIP dan staf kepresidenan serta pembersihan DPR dari unsur komunis.

“RUU ini menurut kami ingin mengubah lagi Pancasila ke rumusan 1 Juni yang masih belum final itu. Inilah yang kami tidak inginkan dan meminta dewan untuk menolak pembahasan RUU HIP, mengembalikan UUD 1945 sesuai dengan aslinya, bubarkan BPIP, bebaskan DPR Indonesia dari unsur komunis di dalamnya serta membebaskan para jurnalis dari pembungkaman,” ungkap Suhud.

Ustad Abdurrahman salah satu perwakilan Aliansi Jogja Bersatu menambahkan pihaknya menuntut pencabutan pembahasan RUU HIP serta mengusut inisiatif member pencetus RUU tersebut. “Ini topik utama karena itu jelas-jelas melanggar ideologi Pancasila terutama yang akan mengubah Ketuhanan Yang Maha Esa berubah menjadi Ketuhanan Yang Berkebudayaan. Ini bertentangan dengan akidah karena semua yang kita syariatkan akan bisa dilanggar. Kita minta anggota dewan untuk bersikap tegas dan diwaspadai. Kami dari Aliansi Jogja Bersatu menuntut DPRD untuk menolak atau mencabut RUU HIP,” terangnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana yang mengatakan pihaknya menerima aspirasi masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Jogja Bersatu. Huda secara langsung meminta sekretariat dewan untuk mengirimkan aspirasi ke DPR RI agar bisa menjadi pertimbangan pengambilan keputusan.

“Kami menerima aspirasi dari teman-teman Aliansi Jogja Bersatu dan apa yang disampaikan sangat masuk akal. Kami akan teruskan ke DPR RI dan Pemerintah Pusat. Kalau Pancasila dirong-rong maka yang bergerak masyarakat, itu yang tadi disampaikan rekan-rekan itu,” ungkap Huda usai audiensi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI