Mengadu ke DPRD, Warga Srandakan Tolak ‘Wedi Kengser’ Progo Jadi Tambang Pasir

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Puluhan warga masyarakat dari Padukuhan Nengahan dan Padukuhan Srandakan, Kecamatan Srandakan Bantul mendatangi DPRD DIY, Kamis (11/06/2020). Mereka menyatakan penolakan adanya pertambangan pasir di kawasan ‘wedi kengser’ Sungai Progo sekaligus mempertanyakan turunnya Ijin Usaha Penambangan (IUP) pada sebuah perusahaan tanpa adanya persetujuan warga setempat.

Karjono, Ketua RT di Padukuhan Nengahan mengaku sangat kecewa hingga memutuskan untuk mendatangi DPRD DIY. Pasalnya Ia selaku perwakilan warga belum sekalipun diajak berdiskusi atau sosialisasi terkait ijin penambangan namun tiba-tiba IUP sudah muncul.

“Ini pernah ada sosialisasi tapi kok bisa Ijin Usaha Penambangan (IUP) itu turun. Terus turun dari mana kok RT yang wakil warga tidak diajak berembug. Kekecewaan ini kami sampaikan ke ketua DPRD DIY. Kalau sana ditambang, akibatnya masyarakat terus gimana. Lokasi itu untuk pakan ternak, kehidupan masyarakat nek ditambang rusak, akibate dadi jero terus masyarakat nasibe pripun,” ungkap Karjono.

Yohanes Sukamtomo, salah satu warga menambahkan bawasanya perjuangan penolakan tambang pasir di wedi kengser Progo Srandakan sudah dilakukan sejak 2017 lalu dan sudah menyertakan analisis dampak lingkungan. Namun, tanpa adanya pemberitahuan lanjutan warga akhirnya mengetahui IUP salah satu PT yang hendak melakukan penambangan disetujui dan sudah turun dari instansi terkait.

BERITA REKOMENDASI