Mengaku Takjub Budaya Jawa, Bule Amrik Ini Ikuti Prosesi Grebeg

YOGYA, KRJOGJA.com – Wajahnya mulai memerah dan kaki telanjangnya terus berusaha disembunyikan dari matahari saat KRjogja.com berbincang dengan seorang gadis asal Amerika Serikat di salah satu sudut halaman Masjid Gede Kauman, Senin (26/6/2017) siang. Riasan wajahnya mulai sedikit memudar dan gelung rambutnya beberapa terlihat tak lagi rapi karena ternyata ia sudah berdandan sejak pagi hari termasuk mengenakan kebaya janggan yang selama ini jadi ageman abdi dalem perempun Kraton Yogyakarta.

Adalah Elsen, pemudi asal Amerika Serikat ini terlihat begitu antusias mengikuti prosesi demi prosesi dalam puncak acara Grebeg Syawal. Mahasiswi yang sempat mmenimba ilmu kebudayaan Jawa di Kraton Yogyakarta beberapa waktu lalu ini sengaja datang kembali khusus ingin menjadi bagian seremoni Grebeg Syawal.

Tahun lalu Elsen mengaku sempat belajar di salah satu bagian Kraton yakni Tepas Tanda Yekti namun ia belum sempat ikut dalam upacara seremonial kebudayaan. "Karena itu dari Jakarta saya kembali ke Yogyakarta lagi untuk ikut dalam upacara Grebeg ini, tadi mulai dandan pukul 06.30 WIB," ungkapnya dengan Bahasa Inggris.

Elsen mengungkap ketertarikan akan Grebeg dimulai saat ia mengetahui makna di balik upacara adat Islam Kraton Ngayogyakarta ini. Hal ini jugalah yang kemudian membuatnya ingin kembali ke Yogyakarta dan terlibat dalam proses Grebeg.

"Menurut saya luar biasa ide yang melatarbelakangi acara ini. Bagaimana kerajaan menuangkan filosofi kemakmurannya untuk dibagikan ke masyarakat, saya kira itu sangat bagus, dan sangat jauh berbeda daripada budaya di negara saya Amerika Serikat," lanjutnya lagi.

Secara khusus, Elsen juga menyampaikan apresiasinya pada GKR Hayu dan Tepas Tanda Yekti yang mengijinkannya ikut ambil bagian dalam upacara Grebeg. Apalagi menurut dia, kebudayaan semacam ini tak bisa ditemui di belahan dunia lain.

"Saya memang ingin belajar banyak tentang budaya dan sejarah Yogyakarta khususnya di Kraton dan tahun lalu saya bekerja di Tepas Tanda Yekti sebagai media affairs. Menurut saya, ini adalah sebuah keberuntungan bisa belajar lebih dalam," pungkasnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI