Mengenal Amongraga, Pria Romantis dalam Serat Centhini

Editor: Ivan Aditya

SERAT Centini yang cukup dikenal di tanah Jawa selama ini diketahui orang sebagai sebuah kitab tua yang menuliskan perihal sisi erotisme. Dari serat yang berupa syair ini pula muncul dua nama yang menggambarkan romantisme hubungan antara seorang pria dan wanita, dialah Amongraga dan Tembangraras.

Cethini pada dasarnya menggambarkan kehidupan abad 17 tentang perjalanan putra-putri Sunan Giri setelah dikalahkan oleh Pangeran Pekik dari Surabaya yang merupakan ipar Sultan Agung dari Kerajaan Mataram. Tiga anak Sunan Giri tersebut yakni Jayengresmi, Jayengrana dan Niken Rangcangkapti terpaksa harus pergi dari Giri untuk menyelamatkan diri.

Baca juga :

Serat Centhini, Kitab Kamasutra Ala Jawa
Lima Gaya Bercinta dalam Serat Centhini
Empat Ilmu Kanuragan Tersohor Tanah Jawa

Dalam pelarian tersebut Jayengresmi yang juga bernama Amongraga tersebut terpaksa terpisah dari adik-adiknya. Sebagai kakak tertua Amongraga memiliki tanggungjawab besar untuk mencari dan menyelamatkan para adiknya.

Dalam pencarian menjelajahi pulau Jawa, Amongraga berjumpa dengan Tembangraras yang kemudian menjadi istrinya. Walau sudah menikah resmi menjadi suami istri namun Amongraga tak lantas memberikan nafkah batin kepada Tembangraras.

Lebih dari satu bulan Amongraga dan Tembangraras hanya saling menatap dan berbincang. Hal itu dilakukan Amongraga agar nantinya saat ‘malam pertama’ keduanya dapat mencapai penyatuan jiwa yang sejati.

Pada hari keempat puluh barulah Amongraga menggauli istrinya. Dalam Serat Centhini banyak dituliskan bagaimana Amongraga dan Tembangraras saling mencumbu, melakukan berbagai gaya hingga akhirnya keduanya mancapai kenikmatan.

Dalam kitab yang ditulis selama tahun 1814 hingga 1823 tersebut menuliskan, walau telah menikah namun tak menyurutkan Amongraga untuk menemukan adik-adiknya. Bersama Tembangraras ia terus berkelana dan bersumpah untuk bertemu dengan Jayengrana dan Niken Rangcangkapti.

Perjalanan keduanya dikisahkan menyusuri menyusuri Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Jawa Barat dan kembali lagi ke Jawa Timur. Tersirat beberapa tempat yang ada dalam Serat Centini yakni Gunung Dlepih di Wonogiri Jawa Tengah, Gunung Kelud sampai Gunung Bromo di Jawa Timur.

Setelah mengembara bertahun-tahun akhirnya Amongraga berhasil menemukan Jayengrana dan Niken Rangcangkapti sehingga keturunan Sunan Giri dapat berkumpul kembali. Kendati telah bertemu dengan adik-adiknya namun Amongraga tak mau menetap bersama mereka dan tetap berkelana bersama Tembangraras. (*/Van)

BERITA REKOMENDASI