Mengenal Innate Immunity, Apa Itu?

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Kesehatan tubuh serta berbagai cara untuk meningkatkan imunitas tubuh telah menjadi topik yang hangat di masa pandemi. Berbagai penyesuaian gaya hidup, asupan makanan bernutrisi tepat dan juga perlunya berbagai macam suplemen sudah menjadi kebiasaan baru dalam menjalani keseharian.

dr Michael Reo, Medical Manager PT Darya-Varia Laboratoria Tbk mengungkap sistem imunitas manusia pada dasarnya terbagi atas dua bagian, yaitu imunitas non-spesifik (Innate Immunity) dan imunitas spesifik (Adaptive Immunity). Innate Immunity atau imunitas non-spesifik di antaranya yaitu pertahanan fisik atau mekanik, misalkan kulit, selaput lendir, silia saluran napas, batuk, dan bersin yang merupakan garis pertahanan terdepan terhadap mikroorganisme.

“Pertahanan kulit yang penting adalah Epidermal Skin Barrier (kulit sebagai pelindung). Keutuhan kulit sangat penting untuk mencegah mikroorganisme seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur yang masuk ke dalam tubuh melalui kulit. Oleh karena itu menjaga keutuhan kulit sebagai organ terbesar pada manusia menjadi sangat krusial,” ungkapnya melalui keterangan tertulis, Selasa (2/3/2021).

Selain itu, pertahanan sel juga termasuk dalam imunitas non-spesifik yang diperankan oleh Sel Makrofag, sel pembunuh alami yang bermanfaat melawan mikroorganisme (bakteri, virus) yang masuk dalam tubuh.
Sedangkan Adaptive Immunity atau imunitas spesifik merupakan sistem imunitas yang utamanya diperankan oleh Limfosit B dan T dalam menghasilkan antibodi untuk melawan mikroorganisme seperti bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh.

“Kedua sistem pertahanan tubuh ini sama-sama penting untuk selalu dijaga ketangguhannya dengan asupan gizi yang seimbang serta konsumsi berbagai vitamin dan mineral yang esensial. Salah satu yang dibutuhkan yakni Vitamin E untuk menjaga kelembapan kulit dan berfungsi sebagai antioksidan dalam melawan radikal bebas,” sambungnya.

BERITA REKOMENDASI