Mengenal Puasa Kejawen dan Kekuatan Spiritualnya

Editor: Ivan Aditya

SELAIN puasa Ramadan yang wajib bagi kaum Muslim, sebagian masyarakat Jawa (kejawen) memiliki berbagai jenis puasa. Puasa-puasa di luar perintah agama tersebut bukan tanpa tujuan. Mereka yang memercayai, dengan menjalani laku prihatin berupa puasa yang terdapat beberapa varian, jika berhasil melaksanakan, mereka yakin akan memperoleh energi spiritual atau gaib.

Bentuk kekuatan gaib tersebut bermacam-macam. Tergantung apa yang diinginkan, doa apa yang dipanjatkan serta jenis puasa apa yang mereka jalankan. Ada yang ingin agar memiliki ilmu kesaktian, kekebalan, kewibawaan, pengasihan, kesuksesan serta berbagai keinginan lain.

Menurut kepercayaan, untuk memeroleh ilmu tertentu, harus ditebus dengan laku prihatin khusus, di antaranya puasa sambil membaca mantera selama menjalani ritual. Jenis-jenis puasa yang kerap dilakukan sebagai tebusan untuk memeroleh ilmu supranatural, ada beberapa macam.

Puasa mutih dilakukan oleh mereka yang ingin memilki ilmu gaib dan memeroleh keberhasilan dalam berusaha. Seperti namanya, dalam ritual ini seseorang yang menjalaninya dilarang untuk mengonsumsi apa pun selain yang berwarna putih. Biasanya, para pelakunya hanya akan makan nasi dan air putih.

BERITA REKOMENDASI