Mengenal Semboyan dalam Dunia Kereta Api

Editor: Ivan Aditya

DUNIA kereta api di tanah air mengenal adanya istilah ‘Semboyan’. Semboyan yang dimaksud bukanlah ucapan untuk mengobarkan semangat, namun merupakan pesan atau tanda yang berfungsi untuk memberikan isyarat tertentu.

Isyarat tersebut bisa berupa berupa gerakan tangan, sinyal, suara, bentuk, warna, maupun cahaya. Maksud dari semboyan ini untuk mengatur atau mengontrol pengoperasian agar perjalanan suatu kereta api dapat berjalan dengan lancar.

Total ada 56 Semboyan yang dikenal dalam dunia perkeretaapian tanah air, namun ada beberapa diantaranya yang cukup dikenal oleh masyarkaat. Berikut Semboyan yang cukup populer dan mudah dikenali oleh masyarakat :

Semboyan 5

Semboyan 5 mengisyaratkan jalur kereta api yang akan dilewati berstatus aman, kereta api yang akan melewatinya diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan. Semboyan ini berupa papan merah pada tiang sinyal tidak terlihat (sinyal tebeng), lengan pada papan sinyal ter­lihat menyerong (sinyal tebeng), lengan pada sebelah kanan tiang sinyal menyerong ke atas (sinyal keluar) atau lengan pada sebelah kanan tiang sinyal menyerong ke atas dan lengan lain mendatar (sinyal masuk) atau lampu pada sinyal elektrik menyala hijau.

Semboyan 7

Semboyan ini berarti jalur kereta api yang akan dilewati berstatus tidak aman, kereta api yang akan melewatinya diharuskan untuk berhenti. Semboyan 7 berupa papan bundar merah pada tiang sinyal (sinyal tebeng), satu lengan mendatar pada sebelah kanan tiang sinyal (sinyal keluar), dua lengan mendatar pada sebelah kanan tiang sinyal (sinyal masuk)  atau lampu pada sinyal elektrik menyala merah.

Semboyan 35

Merupakan semboyan suara yang dilakukan dengan cara masinis membunyikan suling (trompet atau klakson) lokomotif secara panjang untuk menjawab kepada kondektur kereta api dan PPKA bahwa kereta api sudah siap untuk diberangkatkan. Kadang juga dibunyikan pada waktu melintas di perlintasan jalan raya atau pada tempat-tempat tertentu untuk mendapatkan perhatian dari orang atau hewan agar menyingkir dari rel kereta api.

Semboyan 40

Semboyan dilakukan petugas PPKA dengan cara mengangkat tongkat dengan rambu berbentuk bundar berwarna hijau dengan tepian putih. Semboyan 40 mengisyaratkan status jalur yang akan dilewati dalam keadaan aman dan kereta api diizinkan untuk berjalan. Semboyan 40 biasanya disertai dengan semboyan 41 dan disahut dengan semboyan 35 oleh masinis.

Semboyan 41

Semboyan 41 merupakan tanda suara yang dilakukan dengan cara kondektur kereta api membunyikan peluit panjang atau suling mulut. Semboyan 41 mengisyaratkan kereta api diizinkan untuk diberangkatkan. Semboyan 41 biasanya disertai dengan semboyan 35 oleh masinis. (Van)

BERITA REKOMENDASI