Mengenang Jasa dr Antok, ‘Sepakbola Istri Pertama’ Beri Cinta Hingga Akhir Hayat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Insan sepakbola DIY berkumpul di Monumen PSSI Baciro, Selasa (25/01/2022) malam untuk memperingati Haul almarhum dr Hadianto Ismangoen (dr Antok). Istri dan putra almarhum turut hadir dalam peringatan perdana setelah 1000 hari berpulang, yang digelar untuk salah satu tokoh berpengaruh di sepakbola DIY tersebut.

Dalam peringatan yang diisi dengan Surat Yasin itu, hadir Ketua Umum Asprov PSSI DIY, Ahmad Syauqi Suratno juga perwakilan Manajemen PSIM yang memang lekat dengan almarhum sejak masa lalu. Pelatih PSIM musim 2021 Seto Nurdiyantoro dan sesepuh stakeholder sepakbola DIY juga hadir dalam doa bersama malam tadi.

Nanik Hadianto Ismangoen, istri almarhum dr Antok menyampaikan apresiasi mendalam atas acara yang diperuntukkan bagi almarhum. Nanik mengucap maaf apabila semasa hidup, dr Antok memiliki kesalahan baik yang disengaja maupun tidak.

“Kami sekeluarga sangat berterimakasih atas acara yang sangat luar biasa ini. Sekali lagi kami meminta maaf jika di masa lalu ada kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” ungkapnya usai doa bersama.

Nanik juga mengenang almarhum yang semasa hidup begitu total mencurahkan cinta pada dunia sepakbola khususnya di Yogyakarta. “Kalau ibaratnya itu ya sepakbola itu istri pertama beliau, itu benar sekali. Begitu cintanya beliau dengan sepakbola luar biasa. Sepakbola dulu, keluarga baru berikutnya,” kenangnya tersenyum.

Sementara, Ketua Panitia Haul dr Hadianto Ismangoen, Dwi Irianto ‘Mbah Putih’ mengatakan bahwa niatan peringatan sudah digagas sejak beberapa waktu lalu untuk mendoakan almarhum sekaligus mengenang jasa semasa hidup. Menurut Mbah Putih, sosok dr Antok begitu berjasa untuk kemajuan sepakbola Yogyakarta sejak era 90-an hingga 2000-an saat bersama PSIM maupun menjabat Ketua Umum Asprov PSSI DIY selama beberapa periode.

“Beliau itu luar biasa, benar kalau istri pertama itu ya sepakbola. Begitu cintanya dengan sepakbola itu tidak ada yang sangsi. Kami murni ingin mengenang beliau, mendoakan bersama-sama,” ungkapnya pada wartawan.

dr Hadianto Ismangoen sendiri tutup usia pada 25 Januari 2018 lalu. Saat itu almarhum menjabat sebagai Ketua Umum KONI DIY selama kurang lebih setengah tahun. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI