Menghidupkan Kisah Panglima Besar Jendral Sudirman

YOGYA, KRJOGJA.com – Museum Sasmitaloka Jendral Soedirman mengadakan re opening dengan koleksi barang pribadi milik Jendral Soedirman. Sebagian besar koleksi merupakan hibah dari keluarga Sang Jendral. Event yang dislenggarakan oleh Dinas Sejarah Angkatan Darat ini, dimeriahkan dengan lomba Story Telling Contest. Tema yang diangkat dalam perlombaan yaitu Menghidupkan Kembali Narasi Perjuangan Jendral Soedirman. Lomba diikuti oleh siswa tingkat SMA sederajat  se DIY-Jateng. 

Lomba Story Telling Contest atau bercerita adalah serangkaian acara dari napak tilas dalam rangka memperingati 70 tahun perjalanan perang gerilya panglima besar Jendral Soedirman.  Lomba Story Telling Contest dilaksanakan tanggal 19-21 Desember 2018. Kategori dalam perlombaan dari tiga bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Jawa. Meriahnya acara berlangsung di pendopo Museum Sasmitaloka Jendral Soderman Jalan Bintaran Wetan No. 3 Gunungketur Pakualaman Kota Yogyakarta. 

Menariknya, naskah yang dibawakan peserta lomba merupakan naskah ciptaan sendiri yang diambil dari kisah perjalanan gerilya Pangsar Jendral Soedirman. “Saya berharap Lomba Story Telling Contest dislenggarakan rutin setiap tahun, selain menambah teman, lomba ini saya jadi mau ke museum.” Ujar Balqis, salah satu peserta lomba Story Telling Contest kategori bahasa Indonesia.

Penylenggara berhasil menghidupkan kembali museum, terlihat dari antusias peserta lomba mendatangi museum dengan membawa suporter dari sekolah masing-masing. Kejuaraan lomba dari setiap kategori diambil juara 1,2,3. dan nominasi penulisan naskah terbaik juga nominasi Penampilan terfavorit.

Jendral Soedirman memang banyak  ukiran prasasti sejarang, utamanya dalam perang gerilya yang dilakukan pada tahun 1948. Tidak kesulitan bagi peserta lomba Story Telling Contest mencari data untuk penulisan naskah. Terlebih sudah banyak buku yang menceritakan kisah Pangsar Jendral Soedirman. Setiap sejarah sebelumnya, harus dihidupkan oleh masa sesudahnya. (Wiwit Wiji Astuti)

BERITA REKOMENDASI