Mengurai Kemacetan Simpang Kentungan, Jalur Alternatif Disiapkan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kepala Seksi Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Bagas Seno Aji menuturkan, ujicoba awal kesiapan arus lalu lintas terkait proyek pembangunan Underpass Kentungan sudah dilakukan Sabtu (12/01/2019) dan evaluasi akhir dilakukan Minggu (13/01/2019). Ujicoba perdana pengalihan arus lalu lintas tersebut sempat mengalami kendala teknis terkait penurunan pembatas jalan yang justru menyebabkan kemacetan panjang.

"Meski diwarnai antrean panjang kendaraan, akhirnya kita sudah berhasil memasang alat pembatas jalan agar aman dan mencegah terjadinya kecelakaan, dari Simpang Empat Condongcatur hingga Simpang Empat Kentungan," kata Bagas.

Bagas menjelaskan, sebagai bagian dari anggota Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) DIY, telah menyepakati adanya jalur alternatif yang disiapkan guna mengantisipasi kendaraan berat atau besar supaya tidak melewati Jalan Ringroad Utara dengan adanya proyek Underpass Kentungan itu. Kendaraan berat dari arah Timur (Solo) akan dialihkan mulai dari Simpang Proliman Kalasan-CangkringanPakem-Turi-Tempel dan sebaliknya dari arah Utara (Magelang) akan dialihkan ke jalur alternatif tersebut.

Proses pekerjaan pembangunan Underpass Kentungan dibagi menjadi tiga tahap yaitu pekerjaan pertama kaki Barat Simpang Empat Kentungan dengan menutup total jalur cepat, dan jalan dari arah Utara dan Selatan masih bisa dilewati. Tahap kedua setelah terkondisi baru mengerjakan titik tengah Simpang Kentungan yang otomatis jalan dari arah Utara dan Selatan tidak bisa dilewati, namun dari arah Barat dan Timur bisa lewat secara terbatas. Tahap ketiga pekerjaan pembangunan kaki Timur Simpang Kentungan, semua jalur ditutup total, hanya jalan dari arah Barat yang bisa dilalui.

"FLLAJ DIY akan melakukan evaluasi pengalihan arus lalu lintas proyek pembangunan Underpass Kentungan tersebut setiap dua pekan. Kami sesuaikan manajemen dan rekayasa lalu lintas dengan proses pembangunan, sehingga fleksibel," tegas Bagas. (Ira)

BERITA REKOMENDASI