Meningkatkan Patroli Malam, Cegah Aksi Kejahatan Jalanan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Mengurai permasalahan kasus kejahatan jalanan butuh perhatian bersama. Mengingat para pelakunya kebanyakan merupakan anak usia remaja, peran keluarga dan lingkungan sekitar serta sekolah sangat dibutuhkan. Pihak-pihak tersebut memiliki peran penting karena merekalah yang paling dekat dengan anak-anak.

Kapolda DIY, Irjen Pol Asep Suhendar mengatakan Kepolisian tak dapat bekerja sendiri dalam memberantas permasalahan tersebut. Polisi telah bekerja secara maksimal, namun tanpa adanya dukungan bersama maka upaya pencegahan dan penindakan yang selama ini telah dilakukan hanya akan sia-sia.

“Tidak bisa Polisi sendiri, semua harus perperan termasuk stakeholder. Orangtua dan keluarga juga tidak boleh abai, mereka harus tahu apa saja aktivitas anaknya. Jika malam belum pulang, maka orangtua harus mencari, tidak bisa terserah begitu saja,” kata Asep Suhendar saat berkunjung di Kantor PT BP Kedaulatan Rakyat yang diterima Direktur Utama M Wirmon Samawi SE MIB bersama Komisaris Utama Prof Dr Inajati Adrisijanti, Direktur Pemasaran Fajar Kusumawardhani SE, Direktur Keuangan Imam Satriadi SH, Direktur Umum Yuriya Nugroho Samawi SE MM MSc dan Direktur Produksi Baskoro Jati Prabowo SSos di ruang dirut, Selasa (04/02/2020).

Asep Suhendar mengatakan, sejak menjabat sebagai Kapolda DIY pada Desember lalu ia telah memerintahkan jajarannya hingga tingkat Polsek untuk meningkatkan patroli, khususnya saat malam hari. Hal tersebut terbukti efektif, dalam dua bulan ini beberapa rencana aksi yang akan dilakukan para remaja bisa digagalkan dan pelaku-pelaku kejahatan jalanan juga berhasil ditangkap.

“Beberapa remaja sempat kami amankan. Kami pilah-pilah mana yang terlibat dan tidak. Jika terlibat tentunya akan kami proses hukum, yang tidak terlibat maka kami bebaskan dan dikembalikan kepada orangtuanya,” tegas Asep Suhendar.

Kapolda juga meminta kepada media massa untuk turut serta dalam menciptakan suasana kondusif, salah satunya dengan menyajikan berita-berita berimbang serta tak terbawa untuk menyajikan informasi-informasi hoak di internet maupun media sosial. Selain itu Asep Suhendar juga meminta media untuk tak menggunakan kata ‘Klithih’ dalam menyebut aksi kekerasan jalanan, karena ‘Klithih’ sebenarnya tak ada dalam istilah hukum.

Selain permasalahan aksi kejahatan jalanan, pengamanan dalam menyambut Pilkada serentak di tiga kabupaten yakni Bantul, Sleman dan Gunungkidul juga menjadi fokus utama Polda DIY. Masa kampanye yang akan dimulai bulan Juli hingga September mendatang menjadi perhatian penting karena pada tahapan tersebut dipastikan bakal terjadi pengerahan massa.

“Seluruh tahapan kami ikuti dan selalu berkoordinasi dengan KPU serta jajaran terkait lainnya. Kami berharap pilkada di DIY dapat berjalan aman dan tertib karena ini adalah pesta demokrasi bagi rakyat. Kepolisian selalu siap untuk mengamankan dan menyukseskan penyelenggaraan pilkada serentak,” jelasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI