Menteri ESDM Sebut Sumber Listrik Ibukota Baru

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut sumber daya listrik di calon ibukota baru Indonesia sudah sangat siap dikerjakan. Jonan menyebut ada beberapa alternatif suplai listrik untuk kebutuhan ibukota yang disebut ‘City In The Forest’ tersebut.

Kepada wartawan usai memberi kuliah umum di UGM, Jumat (30/08/2019) sore, Jonan mengungkap terkait energi listrik di wilayah ibukota baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, PLN sudah sangat siap menyuplai. Kemampuan PLN memasang 1 juta sambungan listrik perumahan dalam setahun menurut Jonan menjadi tolok ukur kesiapan tersebut.

Baca juga :

Ibukota Baru di Kaltim, Ternyata Penduduknya Sudah Fasih Bicara Jawa
Ilmuwan Prediksikan Pulau Jawa akan Kolaps
Peletakan Batu Pertama Proyek Ibukota Baru Dimulai 2020

“Setelah Pak Presiden mengumumkan, kami bersama PLN mempersiapkan kebutuhan listriknya. Sanggup ndak? Pasti sanggup. Awal akan pindah itu ASN katakanlah 180-200 ribu, kalau begitu suporternya berapa misalnya kali 2,5 saja jadi total 500 ribu hunian plus kantornya. Sanggup tidak, sanggup. Saya kira tak ada masalah. Kapasitas pembangkit saya kira tak masalah juga,” ungkap Jonan.

Hanya saja Jonan menilai saat ini tantangan terbesar adalah pada pasokan listrik dari energi baru dan terbarukan untuk mensuplai kebutuhan energi di ibukota baru tersebut. Untuk energi fosil, Kalimantan disebut Jonan merupakan gudang yang tak perlu diragukan lagi, namun pemerintah berupaya menggunakan energi baru dan terbarukan untuk mewujudkan kota cerdas.

“Tantangannya bagaimana untuk pasok listrik mayoritas dari energi baru dan terbarukan. Kalau gas tak masalah itu gudangnya, batu bara juga banyak sekali. Nah untuk Renewable Resourcesnya bagaimana, bisa dimaksimalkan dari arus laut, sungai juga besar-besar dan tenaga matahari. Tapi kita belum putuskam dan masih awal saja,” tandas Jonan.

Sebelumnya, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Anhar Riza Antariksawan mengatakan pihaknya pernah melakukan analisa tapak di wilayah Kalimantan Timur terkait kemungkinan membangun Pembangkit Listrit Tenaga Nuklir (PLTN). Nuklir menurut dia merupakan salah satu opsi energi baru yang bisa dimanfaatkan untuk suplai listrik ibukota baru. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI