Menyiapkan Generasi Muda Menuju 100 Tahun Indonesia

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tahun 2045 Indonesia akan berusia 100 tahun. Pada tahun itu potensi ekonomi negeri ini akan mencapai puncaknya. Untuk menyongsong itu Indonesia harus mempersiapkan diri dari sekarang yaitu dengan pendidikan profesional dan menyiapkan generasi negarawan

Anggota DPD asal DIY Cholid Mahmud mengatakan dua strategi ini ditempuh dengan jalan pendidikan karena pendidikan kunci pembangunan SDM ke depan. Oleh karena itu pemerintah sudah seharusnya menyelesaiakan masalah-masalah pendidikan mulai dari isu harga pendidikan, ketimpangan pembangunan fasilitas, manajemen ujian nasional hingga pembaruan kurikulum dan guru.

“Untuk menghasilkan generasi yang bisa membawa Indonesia menjadi negara maju pada tahun keseratus, maka reformasi komprehensif di bidang pendidikan mutlak dibutuhkan,” tegas Cholid Mahmud dalam diskusi dengan tema ‘Menyiapkan Generasi Muda Menuji 100 Tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia’ yang digelar di Kantor DPD RI DIY, Sabtu (20/03/2021).

Berikutnya menurut Cholid Mahmud yakni menyiapkan generasi negarawan dengan pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi serta pendidikan politik internal di lingkungan partai politik kepada para kadernya. Figur-figur negarawan perlu ditampilkan agar menjadi teladan bagi para generasi muda seperti Mohammad Hatta, M Natsir, Wahid Hasyim, Agus Salim dan tokoh lainnya.

Cholid Mahmud mengatakan keberadaan partai politik dan legislator menjadi keniscayaan yang tidak bisa ditinggalkan. Akan tetapi dewasa ini politisi selalu dirundung masalah korupsi.

“Situasi ini tentunya harus dirubah agar kepercayaan masyarakat kepada partai politik lebih baik. Para politisi harus memberikan contoh yang baik bagi bangsa ini,” katanya.

Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr Muhammad Chirzin MAg yang hadir sebagai pembicara dalam diskusi ini mengatakan tiap-tiap bangsa mempunyai cara berjuang dan kepribadian sendiri yang terwujud dalam kebudayaan, watak, politik maupun perekonomian. Ia menegaskan tak ada bangsa yang dapat mencapai kebesaran jika tidak percaya kepada suatu pandangan hidup yang memiliki dimensi-dimensi moral guna menopang peradaban besar.

“Bangsa Indonesia terdiri atas beberapa suku, agama dan golongan. Sungguhpun berbeda-beda, tetapi satu tujuan meraih kebahagiaan hidup dalam persaudaraan,” tegasnya. (Van)

DPD

BERITA REKOMENDASI