Merevitalisasi Kawasan Bantaran dengan Penghijauan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tumpukan sampah yang berada sungai akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia. Disamping faktor kebersihan air tanah terganggung, adanya tumpukan sampah juga akan berisiko saat hujan turun. Air sungai sangat berpotensi meluap dan banjir akan menyapu apapun yang ada di sekitarnya.

Pembuatan talud sepanjang 86 meter di Sungai Gajahwong menjadi salah satu program utama dalam TMMD Reguler ke-101 Kodim 0734 Yogyakarta yang akan dipusatkan di Kelurahan Pandean Kecamatan Umbulharjo. Revitaliasi kawasan bantaran sungai ini diharapkan akan membawa dampak yang baik bagi warga yang berada di sekitar sungai.

Komandan Kodim (Dandim) 0734 Yogyakarta, Letkol (Inf) Rudi Firmansyah menjelaskan pemerintah kota yang juga akan mengatur perencanaan tata ruang sangat mendukung program TMMD Reguler ke-101 ini. Pembuatan talud di sepanjang Gajahwong dinilai menjadi salah satu langkah tepat untuk menjaga kelestarian alam dan melindungi warga setempat.

“Sebelum penentuan lokasi tentunya kami juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah kota. Kebetulan apa yang akan kami lakukan juga sama dengan program pemerintah kota yang akan membuka jalur pelebaran jalan yang mempermudah transportasi masuk ke sungai,” ungkap Rudi Firmansyah di makodim setempat, Rabu (28/03/2018).

Upaya lain yang akan dilakukan prajurit dalam revitalisasi bantaran Gajahwong yakni dengan melakukan penghijauan di kawasa sekitar sungai terbesar ketiga di Yogyakarta tersebut. Penanaman akan dilakukan untuk menjaga tanah sekitar bantaran tetap kuat sehingga menghindarkan dari longsor.

Nantinya tanaman yang akan ditanam di kawasan tersebut yakni pohon keras maupun buah. Tanaman buah nantinya akan diserahkan kepada masyarakat sekitar untuk dibudidayakan serta hasilnya dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar. (Van)

BERITA REKOMENDASI