Meski Awal Tahun Mulai Tatap Muka, Jogja Belum Tinggalkan Pembelajaran Daring

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – DIY bersiap memulai tahapan pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19 yang ditargetkan pada Januari tahun depan. Namun begitu, tampaknya pembelajaran daring tidak akan ditinggalkan begitu saja karena melihat situasi beberapa waktu kedepan.

Dr Arif Rohman, Pakar Pendidikan UNY mengatakan kedepan era daring tampaknya tetap akan menjadi pilihan bagi generasi mendatang. Pasalnya, kini semakin banyak orang menyadari bawasanya sekolah bukan satu-satunya medium untuk mendapatkan pengetahuan tentang berbagai hal.

“Saya kira, pembelajaran daring tidak akan kita tinggalkan kedepan. Karena memang era digital ini akan terus berkembang kedepan. Sekolah bukan lagi bicara ruang. Anak yang dirumah misalnya, tidak akan kalah pengetahuan ketimbang anak yang ke sekolah. Di Jepang sudah mulai terasa, bagaimana anak kerap berangkat terlambat ke sekolah karena memang mereka merasa mendapat banyak pengetahuan dari gadget, bukan lagi dari sekolah,” ungkapnya dalam diskusi media di DPRD DIY, Jumat (11/12/2020).

Menjadi tantangan besar bagi Indonesia termasuk DIY menurut Arif untuk tetap membuat sekolah menjadi hal menarik untuk generasi kedepan. Apalagi, saat ini masalah yang muncul di masa pandemi justru orangtua ingin segera anaknya sekolah lagi karena kewalahan.

Sofyan Dharmawan, Sekretaris Komisi D DPRD DIY, mengatakan pihaknya sepakat bawasanya sekolah bukan hanya soal pembelajaran tatap muka saja. Pandemi menurut dia harus dijadikan pemantik bagi stakeholder di bidang pendidikan untuk membuat konsep yang kreatif, variatif, komunikatif dan interaktif.

BERITA REKOMENDASI