Meski Naik, Harga Gabah di DIY Masih Ada yang Dibawah HPP

YOGYA, KRJOGJA.com – Harga produsen gabah di tingkat petani DIY pada Oktober 2021 rata-rata Rp 4.527,55 atau naik 5,82 persen dibanding dengan September 2021 sebesar Rp. 4.278,43 dan di tingkat penggilingan naik 5,75 persen dari Rp. 4.348,04 menjadi Rp 4.597,96/Kg pada Oktober 2021. Ditemukan transaksi penjualan harga gabah dibawah harga pembelian Pemerintah (HPP) yang terjadi pada kualitas Gabah Kering Giling (GKG) di Kecamatan Kulonprogo 16,33 persen, Kecamatan Bantul 10,20 persen dan Kecamatan Sleman 40,82 persen.

Kepala BPS DIY Sugeng Arianto menyatakan jumlah observasi gabah sebanyak 49 transaksi, terdiri dari GKG sebanyak 33 observasi atau 67,35 persen, Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 7 observasi atau 14,29 persen dan Gabah Luar Kualitas sebanyak 9 observasi atau 18,37 persen pada Oktober 2021. Pada Oktober 2021 ini di jumpai observasi harga gabah di bawah HPP sebanyak 67,35 persen pada gabah kualitas GKG.

“Harga gabah tertinggi di tingkat petani senilai Rp. 5.100/kg pada gabah Kualitas GKG dengan varietas IR 64 terjadi di Bambanglipuro Bantul. Sebaliknya, harga gabah terendah di tingkat petani senilai Rp 4.300/kg ada pada semua jenis varietas gabah yaitu GKG baik Situ Bagendit, Ciherang, Inpari dan IR 64 lalu GKP IR 64 dan gabah Luar Kualitas Inpari dan IR 64) masing-masing terjadi di wilayah Pleret, Sewon dan Jetis Bantul serta Sleman,” terangnya di Yogyakarta, Minggu (14/11/2021).

BERITA REKOMENDASI