Meski Pandemi Covid-19, Kedudukan Objek Jaminan Bisa Dieksekusi Kreditur

YOGYA, KRjogja.com – Meski pemerintah telah mengeluarkan kebijakan relaksasi kredit terkait Pandemi Covid-19, kreditur tetap bisa melakukan eksekusi kedudukan objek jaminan. Relaksasi kredit hanya diberikan oleh lembaga perbankan  bagi debitur yang benar-benar terkena dampak Covid-19.

Hal tersebut dikemukakan peneliti Estungkara Riset, Ali Masykur Fathurrahman SH dalam webinar bertajuk Keberadaan Jaminan Sebagai Perlindungan Dalam Kredit dengan Adanya Pandemi Covid-19 yang diselenggarakan Program Studi Ilmu Hukum Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) akhir Juli lalu. Kegiatan ini bekerjasama dengan Lembaga Penelitian Estungkara Riset dan Duaz&Co.

Menurut Fathur, relaksasi kredit yang dapat diterapkan oleh lembaga Perbankan sesuai Peraturan OJK Nomor 11/POJK.3/2020 hanya dapat diberikan pada debiur-debitur tertentu yang terkena dampak Covid-19. “Bank juga harus menerapkan assessment yang ketat agar tidak disalahgunakan oleh para free rider yang tidak beritikad baik,” jelas Fathur yang menguraikan status objek jaminan pada masa pandemi Covid-19.

Lebih lanjut Fathur mengatakan penetapan Covid-19 sebagai force majeure tidak serta merta memberikan peluang bagi debitur untuk membatalkan kontrak, melainkan untuk melakukan renegosiasi terkait pelaksanaan prestasi.

Tampil sebagai narasumber lainnya Rizki Karo Karo SH MH (Dosen Universitas Pelita Harapan Jakarta), dan Ardy Hartoyo SH (Praktisi Perbankan). Webinar dibuka oleh Ketua Prodi Ilmu Hukum UNJANI Niken Wahyuning Retnomumpuni SH MH dan Dr Muhammad Zaki Mubarrak SH MH selaku Direktur Eksekutif Estungkara Riset. Moderator Fransiskus Asisi SH (Peneliti Estungkara).

Ardy Hartoyo SH menguraikan bahwa POJK Nomor 11/POJK.3/2020 mengandung 3 poin penting, yaitu : Penetapan Kualitas Kredit Pembiayaan hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan bunga dengan plafon kredit maksimal 10 Milyar Rupiah. Penerapan Restrukturisasi Kredit bagi Debitur yang terkena dampak Pandemi Covid-19, kesempatan bagi debitur untuk memperoleh tambahan Cashflow atau tambahan kredit bagi debitur guna meningkatkan stimulus pelunasan hutang.

BERITA REKOMENDASI