Migrasi ke TV Digital, KPID DIY Soroti Nasib Televisi Lokal dan Kesiapan Publik

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DIY berusaha meningkatkan literasi media kepada masyarakat dan memberikan pembinaan kepada televisi penyiaran lokal agar bisa beradaptasi seluruh mengakses seluruh kebutuhan berkaitan migrasi televisi analog ke televisi digital pada 2022 mendatang. Selain itu, pihaknya masih menunggu keputusan eksekusi di lapangan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terkait mekanisme implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran.

” Nasib televisi lokal agar tetap bersiaran dan kesiapan publik di DIY menerima migrasi televisi analog ke televisi digital inilah yang menjadi perhatian kami,” tandas Ketua KPID DIY Dewi Nurhasanah kepada KR di Yogyakarta, Sabtu (17/4).

Dewi mengatakan migrasi TV analog ke TV digital sudah bukan merupakan wacana lagi tetapi sudah menjadi program transformasi digital nasional yang harus diimplementasikan di seluruh wilayah di tanah air, termasuk DIY pada 2022 mendatang. Dalam hal ini, pihaknya memikirkan kesiapan baik dari masyarakat maupun lembaga penyiaran khususnya televisi lokal untuk bermigrasi dari analog ke digital.

“Harus ada komitmen pemerintah menggandeng penyelenggara multiplekser (mux) yang mempunyai kewajiban untuk memberikan bantuan infrastruktur alat set top box (STB) kepada masyarakat. Itu adalah kesiapan mutlak yang harus dipenuhi, karena masyarakat tidak bisa mengakses siaran TV digital jika tidak ada alat tersebut dan tidak semua masyarakat mampu membeli alat tersebut khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah,” tegasnya.

BERITA REKOMENDASI