Migrasi Magma Mendekati Permukaan

YOGYA, KRJOGJA.com – Magma Gunung Merapi terus bergerak (migrasi) menuju permukaan, secara perlahan. Hal itu ditunjukkan dengan mulai sering terjadinya gempa Vulkanik Dangkal (VTB). Dari data pemantuan, diperkirakan pusat gempanya (hiposenter) berada di atas 1,5 Km dari puncak.

“Posisi magma kalau dilihat dari hiposenternya, saat ini sudah mendekati permukaan,” terang Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, Kamis (12/11).

Selain gempa vulkanik dangkal yang sering terjadi, guguran juga sering terdengar dari pos-pos pemantauan. Dari data pemantauan sepanjang 11 November 2020, jumlah gempa guguran sebanyak 60 kali dan gempa vulkanik dangkal 27 kali. Sedangkan dari pengamatan pada periode tersebut, teramati guguran sebanyak 1 kali dari Babadan dengan jarak luncur 700 meter ke arah Kali Senowo. Terdengar suara guguran sebanyak 9 kali (terdengar lemah hingga sedang).

Kemudian terkait guguran yang saat ini justru sering mengarah ke arah Barat dan Barat Laut dari Gunung Merapi, menurut Hanik, hal itu sangat dimungkinkan karena perubahan morfologi kawah juga terjadi di kedua arah tersebut. Namun apakah nanti arah luncuran awan panas juga akan ke Barat dan Barat Laut, Hanik mengatakan, perlu melihat dahulu di mana posisi pusat kubah lava akan muncul.

BERITA REKOMENDASI