Minyak Goreng di Jogja Betah Mahal, Dampak Operasi Pasar Belum Terasa

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com –  Harga minyak goreng masih tergolong tinggi alias betah mahal di pasaran DIY pada pekan kedua Januari 2022 ini. Pemerintah pun telah menggulirkan operasi pasar (OP) minyak goreng secara nasional, tidak terkecuali di DIY, tetapi tampaknya belum mampu menekan harga minyak goreng.

” Masih terjadi kenaikan harga yang cukup tinggi akibat dari krisis minyak dunia termasuk CPO saat ini. Hal tersebut mengakibatkan kenaikan pada produk turunan, terutama minyak goreng yang masih bertengger di harga cukup tinggi di kisaran Rp 18.333 hingga Rp 19.333/liter di DIY,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto di Yogyakarta, Minggu (16/1).
Yanto mengaku meskipun pihaknya telah menggelar OP minyak goreng sebanyak 2,4 ton di seluruh kabupaten/kota se-DIY, namun harga minyak goreng dipasaran tidak terpengaruh. Selain itu, kuota minyak goreng untuk OP tersebut dinilai sedikit sehingga pihaknya tengah mengajukan permohonan tambahan kuota sebanyak 24 ton melalui Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) saat ini.

” Kita telah menggelar OP minyak goreng tetapi karena kuotanya sedikit jadi tidak berpengaruh terhadap harga. Harga minyak goreng pasar tetap stabil tinggi, seperti minyak goreng tanpa merek atau sawit curah Rp 18.500/liter dan minyak goreng Bimoli kemasan plastik Rp 19.300/liter,” tuturnya.

Disperindag DIY berharap Kemendag dapat mengabulkan permintaan tambahan kuota tersebut untuk menggelar dan memperluas OP minyak goreng di DIY kedepannya. Sebab dari sisi permintaan pasar sendiri mengalami peningkatan seiring penurunan kasus positif Covid-19, yang mendorong industri pariwisata bergerak kembali seperti terjadinya peningkatan okupansi perhotelan di DIY. Sementara dari sisi ketersediaan pasokan, dilaporkan masih mencukupi kebutuhan masyarakat sejauh ini.

” Kita juga tengah berkoordinasi dengan Kemendag terkait gula kristal putih agar bisa membanjiri pasar karena harga mulai bergerak naik. Harga gula pasir sudah diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 12.500/Kg yaitu sebesar Rp 14.000/Kg saat ini,” tandas Yanto.

Sementara itu, pihaknya memantau perkembangan harga rata-rata bahan pangan pokok pangan lainnya di DIY yang masih mengalami fluktuasi terjadi pada komoditi cabai baik rawit maupun merah, daging ayam dan telur ayam serta. Sedangkan komoditi bahan pangan pokok lainnya seperti beras, tepung terigu, tepung terigu dan daging sapi relatif stabil. ” Kami pastikan secara umum ketersediaan pasokan komoditi bahan pangan pokok di DIY cukup memenuhi kebutuhan masyarakat di DIY. Jadi masyarakat atau konsumen tidak perlu khawatir terkait stok karena masih aman  maupun fluktuasi harga karena masih terkendali,,” pungkas Yanto. (Ira)

BERITA REKOMENDASI