Miras Impor Palsu Mulai Sasar DIY

SLEMAN, KRJOGJA.com – Minuman keras (Miras) impor palsu berbagai merk berhasil disita petugas kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba Polres Sleman dari tangan penjualnya berinisial RA (40) belum lama ini. Miras palsu berbagai merk terkenal dijual di kawasan Jalan Monumen Jogja Kembali (Monjali) dengan harga sangat miring. 

Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Tony Priyanto mengatakan diamankannya penjualan miras impor palsu tersebut bermula dari penangkapan para pengedar narkoba jenis sabu dan psikotropika di kawasan Yogyakarta dan Solo. Dari salah satu tersangka, petugas mendapati miras impor yang akhirnya ditelusuri asal-muasalnya. 

“Ternyata dibeli dari kawasan Monjali oleh tersangka yang sebelumnya kita amankan berinisial Na di mana dia juga punya senjata tajam. Tau sendiri sudah ada miras, senjata tajam lalu narkoba. Apa yang bakal dia lakukan, arahnya kejahatan jalanan,” ungkapnya dalam rilis di Mapolres Sleman Kamis (24/1/2019) siang. 

Dari keterangan Na inilah kemudian polisi menelusuri peredaran miras yang lantas diketahui palsu tersebut. “Dia beli dari temannya dan kita telusuri dapat dari RA ini. Kita amankan saat jualan di dalam mobil di kawasan Monjali, ada puluhan botol berbagai merk yang dijual dengan harga Rp 100-150 ribu,” tandas Tony. 

RA yang tak ditahan karena hanya bisa dikenakan tindak pidana ringan (tipiring) sempat mengaku mendapatkan miras palsu tersebut dari Solo Jawa Tengah. “Saat ini kami juga tengah lakukan pengembangan ke Solo, untuk tahu siapa yang memproduksi miras palsu ini,” sambungnya. 

Dikatakan Tony, pihaknya telah mendatangkan asosiasi resmi yang mendistribusikan miras impor ke wilayah Yogyakarta. Dari hasil pengecekan dipastikan miras yang didapatkan dari penangkapan adalah miras palsu yang kandungannya belum diketahui secara pasti. 

“Kami sedang upayakan menggandeng Balai POM untuk mengecek kandungan di dalamnya karena bisa sangat berbahaya. Kemarin oleh asosiasi sudah dicek menggunakan alat dan dipastikan palsu karena warna berbeda juga tutup botolnya. Kita bisa kenakan undang-undang pangan, bukan hanya tipiring,” tegasnya. 

Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah menambahkan pihaknya kini memang terus melakukan operasi memutus mata rantai kejahatan jalanan yang beberapa waktu terakhir meresahkan masyarakat. “Salah satu konsern kami yakni narkoba dan miras yang merupakan ujung pangkal kejahatan jalanan. Kami tegaskan tidak akan main-main menindak para pelaku,” tegas Kapolres. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI