Miras Pencabut Nyawa Diduga Dibeli di Sedayu

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Polisi menduga minuman keras (miras) maut yang menewaskan tiga orang warga usai menggelar pesta oplosan di Tegalrejo Yogyakarta beberapa hari lalu dibeli dari kawasan Sedayu Bantul. Kesimpulan sementara itu diperoleh petugas setelah meminta keterangan beberapa orang saksi, termasuk korban peserta pesta miras yang berhasil selamat.

Diketahui minuman haram tersebut menewaskan Sugiyahartono (47) alias Torong, Kandarwarsono (48) keduanya warga Tegalrejo Yogyakarta dan Gunawan (45) warga Sedayu Bantul. Seorang lagi yang ikut dalam pesta miras itu yakni Gunawan Haryanto (45) alias Gepeng warga Gedongtengen Yogyakarta berhasil selamat namun hingga kini masih mendapat perawatan intensif di RSUP dr Sardjito.

"Dalam penyelidikan terungkap, menurut keterangan korban selamat miras itu dibeli dan dibawa oleh Gunawan yang menjadi korban meninggal dunia. Kesimpulan kami sementara miras tersebut didapat dari sekitar sana (Sedayu), dugaannya karena ia (Gunawan) yang membeli dan membawanya," ungkap Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini kepada KRJOGJA.com, Minggu (17/03/2019).

Armaini menegaskan, kecil kemungkinan miras tersebut berasal dari wilayah Kota Yogyakarta. Hal tersebut lantara jajaran Polresta Yogyakarta dalam tiga bulan terakhir ini menggencarkan operasi miras dan para penjual yang tertangkap telah dikenakan tindak pidana ringan (tipiring) serta langsung disidangkan.

Sementara itu terkait kejadian pesta miras maut yang juga menewaskan tiga orang warga di Pakualaman, petugas cukup kesulitan mengetahui jenis miras maupun dari mana minuman haram tersebut diperoleh. Pasalnya di lokasi kejadian Polisi tak menemukan satupun sisa botol miras sebagai barang bukti dan korban yang menenggak minuman tersebut seluruhnya tewas sehingga tak ada yang bisa dimintai keterangan.

Diberitakan sebelumnya, dua kejadian pesta miras yang menewaskan warga terjadi di Kota Yogyakarta dalam empat hari ini. Peristiwa pertama terjadi di Tegalrejo Yogyakarta dengan tiga nyawa melayang pada Rabu (13/03/2019) dan seorang lainnya kritis.

Kejadian kedua terjadi di wilayah Pakualaman dengan korban tewas juga berjumlah tiga orang masing-masing Kusmedi (50), Ari Prabowo (31) dan Kustanto (46). Korban pertama Kusmedi meregang nyawa di rumahnya pada Rabu (13/03/2019), sehari kemudian giliran Ari Prabowo meninggal dunia di RS Jogja dan disusul Kustanto pada Sabtu (16/03/2019) di tempat perawatan yang sama. (Van)

BERITA REKOMENDASI