Miyos Gangsa Awali Dibunyikan Gamelan Sekaten

YOGYA, KRJOGJA.com – Meski kondisinya tidak fit, tapi Sumiyati (55) warga Kalibayem Bantul tetap menyempatkan diri datang di prosesi Miyos Gangsa Sekaten 2019. Seorang diri, dengan membawa sejumlah bekal yang dibungkus kain, dia dengan sabar menunggu prosesi nyebar udhik-udhik yang menjadi rangkaian prosesi adat tradisi tersebut.

"Kepengen dapat tujuh uang koin. Tahun kemarin cuma dapat satu koin. Katanya kalau dapat tujuh terus disimpan bisa jadi berkah," ucapnya sela menunggu prosesi nyebar udhik-udhik sambil menunggu Miyos Gangsa di area Keben Kraton Yogyakarta, Minggu (3/11/2019) malam.

Sambil menunggu waktu diberangkatkan ke Pagongan Lor dan Kidul Masjid Gedhe Kauman, kedua gamelan Sekaten Kyai Guntur Madu dan Kyai Nagawilaga ditabuh secara bergantian. Karena lebih tua, dibuat pada masa Sultan Agung, KK Guntur Madu diletakkan di sebelah kanan. Demikian juga nantinya saat ditempatkan di halaman Masjid Gedhe, KK Guntur Madu ditempatkan di Pagongan Kidul atau tepat di sisi kanan Sultan saat berada di Serambi Masjid Gedhe Kauman mendengarkan pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW jelang Kondur Gangsa.

Tepat pukul 20.00 WIB sesaat setelah lonceng Kraton Yogyakarta berbunyi, tiga utusan dalem yang juga tiga putri Sultan HB X, yakni GKR Mangkubumi, GKR Hayu dan GKR Bendara keluar dari arah Sri Manganti melakui Regol Danapratapa. Turut mendampingi KPH Purbodiningrat dan tampak pula KPH Notonegoro yang berada di antara abdi dalem KHP Kridha Mardawa.

Ketiga putri dalem langsung berkeliling Bangsal Pancaniti di Kompleks Keben Kraton Yogyakarta untuk nyebar udhik-udhik, wujud sedekah raja berupa bunga, biji-bijian dan uang koin. Seketika itu pula ratusan masyarakat yang sudah menunggu langsung merangsek maju untuk berebut sedekah raja tersebut.

Setelah selesai, ketiga putri dalem kembali masuk ke kompleks Sri Manganti melalui pintu yang sama dengan saat keluar. Selanjutnya tepat pukul 23.00 WIB, kedua gamelan Sekaten mulai dipersiapkan untuk diboyong keluar dalam prosesi Miyos Gangsa melalui Siti Hinggil, Pagelaran dan Alun-alun Utara menuju Masjid Gedhe Kauman.

"Kedua gamelan Sekaten akan dibunyikan selama satu Minggu. Beberapa gendhing Sekaten, seperti  Rankung, Rambhu, Salatun, Ngajatun, Atur-atur atur, Bayemtur, Dendang Subiyah dan lainnya akan dibawakan selama kedua gamelan dibunyikan secara bergantian," jelas abdi dalem Widya Budaya, KRT Rinta Iswara.

Sementara itu kedua gamelan Sekaten akan kembali dibawa masuk ke dalam kraton pada prosesi Kondur Gangsa, Sabtu (9/11/2019) malam mendatang. Sebelumnya akan diadakan pembacaan Riwayat Nabi Muhammad SAW oleh abdi dalem penghulu Kraton Yogyakarta yang biasanya dihadiri langsung Sri Sultan HB X di Serambi Masjid Gedhe Kauman dilanjutkan nyebar udhik-udhik. (Feb)

 

BERITA REKOMENDASI