Modifikasi ‘Long Bumbung’ dengan Paralon, Tiga Bocah Diamankan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tiga orang bocah diamankan petugas Polsekta Kraton karena membunyikan petasan, Jumat (14/06/2019). Ketiganya menyulut petasan jenis long bumbung (pipa) yang dikhawatirkan dapat membahayakan dan mengganggu warga. Dari para bocah ini disita sebatang pipa paralon lengkap dengan pemantik dan sebotol sepritus.

Ketiga bocah ini masing-masing Mr (10) kelas 3 SD dan kakak beradik Sa (16) kelas 1 SMP serta Ak (2) kelas 2 SD kesemuanya warga Kadipaten Kidul Kraton. Mereka dijemput petugas di rumahnya masing-masing.

Bocah-bocah ini memodifikasi long bumbung yang biasanya menggunakan bambu dengan diganti paralon. Jika biasanya 'mainan peledak' ini menjadikan karbit (bahan bakar mesin las) sebagai obat pemantik ledakan, oleh mereka digantinya menggunakan cairan sepritus.

Kapolsekta Kraton Kompol Etty Haryanti mengungkapkan diamankan ketiga bocah ini berawal dari adanya laporan jika salah seorang warga Tamansari Ngampilan menjadi korban pelemparan petasan hingga mengakibatkan terluka. Diketahui mercon tersebut dilemparkan dari arah wilayah Kadipaten yang memang berbatasan langsung dengan Ngampilan.

"Kami segera melakukan pencarian saat laporan itu dipancarkan, namun tak ditemukan adanya orang yang menyulut petasan. Dari penyelidikan kami akhirnya menemukan petunjuk ada anak-anak yang sering bermain long bumbung di Kadipaten Kidul," ungkap Etty Haryanti.

Petugas segera mencari bocah-bocah tersebut dan akhirnya berhasil menemukan ketiganya. Karena mereka masih anak dibawah umum, petugas tetap mengedepankan pendekatan dengan melibatkan orangtua serta pihak sekolah.

"Kepada petugas, anak-anak tersebut tak mengakui jika melemparkan petasan menggunakam long bumbung. Namun terlepas dari itu semua apa yang dilakukan anak-anak ini sangat membahayakan untuk mereka sendiri maupun orang lain, karena long bumbung termasuk petasan maupun peledak," tegas.

Kepada ketiga boca tersebut Polisi memberikan pembinaan dengan meminta mereka membuat surat pernyataan di hadapan orangtua dan petugas. Etty Haryanti juga meminta kepada orangtua untuk selalu mengawasi anak-anak mereka terlebih saat bermain maupun aktivitas lainnya yang bisa membahayakan. (Van)

BERITA REKOMENDASI