MPM PDM Kota Yogya Latih Budidaya Lele

YOGYA, KRJOGJA.com – Majelis Pemberdayaan Masyarakat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPM PDM) Kota Yogyakarta terus memberdayakan warganya. Setelah memberi pelatihan budidaya tanaman buah dan sayuran, bulan lalu, kini memberi pelatihan budidaya ikan lele di lahan sempit.

Ketua MPM PDM Kota Yogyakarta Ir Rusianto Wartono mengatakan, pelatihan budidaya ikan lele ini dimaksudkan untuk memberdayakan warga Muhammadiyah, agar dapat memenuhi gizi keluarga secara mandiri. Namun tak menutup kemungkinan bisa berkembang menjadi bisnis yang menopang perekonomian.

"Lahan sempit bukan menjadi penghalang, karena budidaya lele ini tidak membutuhkan lahan luas sehingga cocok untuk wilayah perkotaan," terang Rusianto kepada KRjogja.com disela workshop budidaya lele di Pasar Ngasem Yogyakarta, Minggu (24/12/2017). Pelatihan menghadirkan pakar perikanan Yus Warseno SPi MSc dihadiri puluhan peserta perwakilan Pimpinan Cabang dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah Kota Yogya.

Rusianto menargetkan tahun 2018, warga Muhammadiyah di Kota Yogya, setiap rumah sudah memiliki kolam budidaya ikan lele berbahan buis beton diameter 60 atau 80 sentimeter. Setelah itu diharapkan terbentuk kelompok-kelompok, agar bisnis budidaya ikan lele berkembang pesat. "Kalau ini berhasil kita latih budidaya iklan lele sistem bioflok dengan jumlah ikan lebih besar," katanya.

Yus Warseno mengatakan, budidaya ikan lele dengan kolam buis beton bersistem monik (sirkulasi air buangan) terbukti terbaik dengan hasil maksimal. Untuk membuatnya tidak sulit, cukup 2 buis beton diameter 60-80 senimeter yang ditumpuk, kemudian diberi pipa untuk sirkulasi air pembuangannya. Satu unit kolam tersebut kemudian ditebar 600 ekor bibit lele dan setelah 2 bulan dihasilkan 60 kilogram lele. "Satu kolam bisa menghasilkan keuntungan Rp 350.000," kata Yus.

Keuntungan budidaya sistem sirkulasi air, menurut Yus, sangat sederhana, air tidak bau dan tidak repot mengganti air. Selain itu bebas penyakit karena sirkulasi air terjamin serta membutuhkan modal yang kecil. "Metode ini telah terbukti paling bagus dan sudah diterapkan di seluruh Indonesia," pungkasnya. (Dev)

 

BERITA REKOMENDASI