Mr. William Miliki Perangko Tahun 1830

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Pria asli Belanda yang sejak 1969 telah tinggal di Indonesia William AJ Vroegop memiliki kecintaan luar biasa pada perangko terutama di Indonesia. Bahkan, pria yang kini tinggal di Malang bersama istri dan anaknya tersebut memiliki koleksi perangko pertama Indonesia pada masa Hindia-Belanda tahun 1830-an.

Kepada wartawan saat hadir dalam pembukaan Pameran Nasional Filateli di Gedung Kotak Taman Pintar Rabu (9/11/2016) William menceritakan awal mula kesenangan mengoleksi perangko yang diakui sudah berjalan lebih dari 3/4 masa hidupnya. "Saya pertama kali diberi oleh ayah saya saat usia 6 tahun di Belanda dan saya mulai seriusi koleksi pada usia 10 tahun, dan ternyata bisa terus sampai sekarang meski sempat berhenti saat remaja," ungkapnya.

Koleksi perangko William saat ini sudah berjumlah ribuan lembar dengan keanekaragaman tahun pencetakan. Namun, yang terhitung paling langka dan memiliki harga luar biasa adalah perangko seri Ratu Wilhelmia pada masa Hindia Belanda cetakan tahun 1874.

"Saya pernah jual perangko Ratu Wilhelmina yang ada cap harganya hingga Rp 30 juta karena memang sangat langka dan sedikit sekali pemiliknya. Memang cukup banyak uang yang bisa dihasilkan dari hobi filateli ini," imbuhnya tersenyum.

Dengan Bahasa Indonesia yang sudah sangat fasih, William juga menceritakan kapan pertama kali perangko dibuat di Indonesia beserta cerita sejarah masa keemasan kecepatan penghantaran surat di kawasan Jawa pada masa-masa pos yang bertahan sangat lama tersebut. Koleksi-koleksi perangko itu juga yang kemudian memaksa William untuk mempelajari segala sesuatu tentang sejarah Indonesia yang membuatnya semakin cinta dan memiliki istri orang Indonesia.

"1790 pertama kali perangko dibuat, sebelumnya hanya menggunakan cap saja dan saat itu kecepatan surat jadi sangat luar biasa dikirim pagi dari Malang, sore sudah sampai Surabaya sudah sangat cepat memang. Sejarah yang sangat menarik untuk dipelajari hingga saya benar-benar tertarik dengan Indonesia," lanjutnya lagi.

Berteman Dengan Tokoh-Tokoh Nasional

Kecintaan pada dunia filateli tak disangka William mampu mendekatkannya pada tokoh-tokoh nasional Indonesia. Menurut dia, pada awal kedatangan ke Indonesia pada periode 1969 lalu ia yang baru 18 tahun bisa menjalin pertemanan dengan Suryadharma, Hoegeng hingga kemudian Sutiyoso karena hobinya tersebut.

"Saat itu saya ikut lelang bersama teman-teman Persatuan Filateli Indonesia, saya paling muda 18 tahun dan kemudian diundang makan malam ternyata yang mengundang saya orang-orang penting ada Pak Hoegeng Jendral Polisi yang saat itu maunya dipanggil Mas Heoegeng dan beberapa orang lainnya. Dari situ ternyata membuka banyak jalan bagi saya selama di Indonesia," lanjut pria yang pernah membuka sekolah untuk tour guide ini.

Keuntungan inilah yang kemudian membuat William menekuni hobi filateli yang sekaligus mendatangkan pundi-pundi Rupiah untuknya hingga saat ini. "Anak muda meski saat ini internet memudahkan semuanya, tapi dengan hobi filateli kita bisa belajar banyak hal dan bertemu banyak orang penting, coba saja," ajak William.

Kedepan, pria yang selalu mengajak anaknya saat ikut pameran filateli berharap semakin banyak orang tertarik dengan dunia filateli yang ternyata memuat sejarah besar bangsa. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI