Muhammadiyah : Covid-19 Belum Berakhir, Ini Yang Harus Dilakukan Saat Normal Baru

YOGYA,KRJOGJA,com – Muhammadiyah mengajak semua pihak waspada setelah bersemangat ke masjid dan beraktivitas publik tertentu sebagai suasana baru memasuki normal baru. Bahkan beberapa masjid mulai dibuka untuk pelaksanaan Salat Jumat. Kondisi ini jangan menjadikan masyarakat merasa bila wabah Covid-19 sudah berakhir.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan hal tersebut kepada media, Sabtu (6/6). “Alhamdulillah semoga semua menuju suasana membaik sebagaimana harapan kita. Siapa yang tidak ingin kita landai dan akhirnya terbebas dari pandemi Covid-19 yang berat ini,” ujar Haedar Nashir.

Semangat tinggi beribadah tentu menggembirakan. Namun bila ada yang bersemangat tinggi mendorong aktivitas umum tanpa berpijak pada data pemerintah sendiri, tentu kurang arif. Apalagi pemandangan kontras justru diumumkan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. Menurutnya, hingga Jumat (5/6) terdapat penambahan jumlah pasien yang positif 703 kasus terinfeksi Covid-19 di Indonesia. Sehingga total pasien positif hingga Jumat pukul 12.00 WIB mencapai 29.521 kasus.

“Jangan merasa seolah wabah sudah berakhir, apalagi dengan aura angkuh. Sebab betapa berat ketika orang tertular dan bergulat menanganinya, yang akhirnya banyak korban jiwa,” ucap Haedar.

Belajar dari realita, menurut Haedar terdapat dua pelajaran yang bisa diambil. Pertama semua boleh memasuki suasana baru dan beraktivitas publik, tetapi ikuti protokol kesehatan dan kebijakan pemerintah setempat.

“Ibarat orang sakit, kalau sudah dinyatakan sehat dan boleh pulang dari rumah sakit, namun tetap harus hati-hati dan menyesuaikan diri. Jangan memaksakan diri secara berlebihan. Antarwarga tidak perlu pula saling bersilang-sengketa lagi tentang keadaan. Semuanya akhirnya tergantung kita,” jelas Haedar.

Sementara pihak rumah sakit, dokter, dan para petugas kesehatan di lapangan masih berjuang keras menjadi benteng terakhir dalam hadapi Covid-19. “Mereka tetap setia melayani pasien sambil menjaga diri agar tidak tertular karena merekalah yang langsung berhadapan dengan pasien di garda depan. Semoga semuanya dilindungi Allah
SWT,” imbuh Haedar. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI