Muhammadiyah Gelontorkan Rp 182 T untuk Warga Terdampak

YOGYA (KRJogja.com) – Di luar layanan penanganan pasien Covid-19, Muhammadiyah total sudah menggelontorkan dana Rp 189 miliar dengan penerima manfaat lebih dari 20 juta jiwa. Sedang berdasarkan data terbaru Selasa (6/10) terdapat 3.330 kasus terkonfirmasi positif yang ditangani RS Muhammadiyah/Aisyiyah (RSMA) di berbagai daerah dengan jumlah kasus probable ada 549 dan suspek 2.648 kasus.

“Dalam penanganan Covid-19 ini, hingga bulan Agustus 2020, Muhammadiyah sudah kehilangan 6 perawat dan 1 orang dokter yang meninggal dunia,” ujar Wakil Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Centre (MCCC) PP Muhammadiyah dr Aldila S Al Arfah MMR dalam konferensi pers di Kantor PP Jl Cik Ditiro, Rabu (7/10).

Dilaporkan hingga kini terdapat 82 Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) yang terlibat dalam penanganan pasien covid-19 di Indonesia. Dari jumlah tersebut, terbanyak atau 32 RSMA ada di Jawa Timur, 30 di Jawa Tengah. DIY 6, DKI Jakarta 5 dan Sumatra Barat 2. Sedang di Sumatra Selatan, Lampung, NTB, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimatan Tengah dan Jawa Barat, masing-masing 1 RSMA.

Harus diakui, wabah Covid-19 masih menjadi ancaman serius Bangsa Indonesia dan angka pertambahan kasus juga terus meningkat. Bahkan sejak 19 September 2020, pertambahan terkonfirmasi positif harian mayoritas di atas angka 4.000 kasus. Hanya 5 kali berada di bawah angka 4.000 kasus yaitu tanggal 20, 27, 28 September, 4 dan 5 Oktober.

“Sementara angka kesembuhan di atas 4.000 sejak tanggal yang sama hanya 3 kali yaitu 25 dan 30 September serta 5 Oktober kemarin,” jelas Aldila. Memasuki bulan ke delapan pandemi sebut Aldila, secara nasional hingga Selasa (6/10) dilaporkan 11.374 orang meninggal dunia, 311.176 terkonfirmasi positif, 63.365 kasus aktif.

Untuk mendukung operasional semua RSMA yang terlibat dalam penanganan Covid-19 tersebut maka dibutuhkan logistik medis yang cukup. Untuk itu Muhammadiyah sudah menyalurkan macam-macam logistik medis yaitu masker bedah, sarung tangan, masker N95, cover all, kacamata goggles, rapid test, Pcs, masker kain, face shield, sarung tangan dan plastik panjang cover sepatu dengan jumlah yang mencapai ratusan ribu pieces. Sedangkan untuk masyarakat umum, sudah 500.000 masker dibagikan melalui 34 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) di seluruh Indonesia.

Aldila menegaskan, Muhammadiyah sebagai salah satu ormas besar di Indonesia sejak awal pandemi Covid-19 sudah berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam mengatasinya. Komitmen itu teruji hingga kini memasuki bulan ke-8 pandemi Covid-19 di Indonesia, Muhammadiyah melalui MCCC masih terus memberikan layanan penanganan Covid-19 baik dari sisi pencegahanan maupun layanan kesehatan baik fisik maupun mental.
Muhammadiyah juga aktif melakukan sosialisasi tentang Covid-19 dan pencegahannya kepada warga melalui berbagai cara baik langsung maupun melalui media. Sosialisasi secara langsung dilakukan dengan spanduk, banner, buku, selebaran dan menggunakan mobil penerangan keliling.

Untuk media, hampir semua media dipakai baik itu media cetak, online, radio, televisi dan media sosial. Selain sosialisasi, ada pula penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan handsanitizer. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI