Muhammadiyah Kutuk Serangan Israel ke Palestina

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Kekejaman Israel akan semakin meningkatkan eskalasi konflik bersenjata dan kekacauan yang kian meluas di kawasan kawasan tersebut. Sumber utamanya ialah keserakahan dan kebrutalan Israel yang sampai sekarang tidak pernah memperoleh kendali dan hukuman dari dunia internasional khususnya Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), yang justru sebaliknya terkesan dibiarkan dan terlindungi. Karena itu Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengapresiasi sikap tegas Indonesia dalam membela Palestina dan mengutuk tindakan brutal Israel.

“Muhammadiyah berharap PBB dan dunia internasional jangan tinggal diam. Selain itu kami harapkan Indonesia terus mengambil prakarsa aktif dalam mendorong dunia internasional khususnya negara-negara Arab dan PBB agar bertindak tegas memberi sanksi terhadap Israel, serta menghentikan ekspansi dan kekejaman Israel terhadap bangsa dan negara Palestina,” tandas Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam pernyataan untuk media, Sabtu (15/5) petang.

Dalam pernyataan disebutkan, Muhammadiyah menilai kekejaman Israel tersebut akan semakin meningkatkan eskalasi konflik bersenjata dan kekacauan yang kian meluas di kawasan kawasan tersebut. Dalam serangan brutal dan membabi buta yang terus dilakukan Israel di Jalur Gaza telah menewaskan setidaknya 53 orang termasuk 14 anak-anak, serta lebih dari 300 lainnya terluka dari warga Palestina. “Kondisi tidak menentu ini sudah berlangsung lebih sebulan dan berpeluang menambah bara konflik Israel dan Palestina yang berkepanjangan,” jelas Haedar.

Disebutkan, sejak pendudukan dan berdirinya negara Israel tahun 1948 di kawasan Yerusalem sebagai wilayah Palestina dan negeri tiga agama yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi jazirah ini tidak pernah sepi dari prahara perang, kekerasan, dan konflik berkepanjangan. Kini Israel dengan ambisi politik ekspansionisnya yang berkepanjangan terus ingin memperluas kawasan kekuasaannya, yang menjadi sumber berbagai masalah di wilayah dan negara Palestina.

“Inilah sumber utama kekacauan politik dan perang di wilayah ini yang meluas ke jazirah Timur Tengah,” jelas Haedar. Menurut Haedar, dunia internasional jangan diam dan harus mengambil langkah tegas.

BERITA REKOMENDASI