Muhammadiyah Sebut Salat Jumat Bisa Dilakukan Lebih dari Satu Gelombang

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan sudah melakukan Kajian Fiqih terkait Ibadah Salat Jumat lebih dari satu gelombang. Tidak ada masalah terkait penyelenggaraan Salat Jumat lebih dari satu angkatan untuk mencegah penularan Covid-19 sesuai protokol kesehatan.

Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman mengatakan pihaknya sudah melakukan kajian Fiqih melibatkan Majelis Tarjih terkait kemungklat Jumat diadakan lebih dari satu gelombang. Prinsip utama mengedepankan sisi keamanan kesehatan jamaah menjadi dasar seluruh pertimbangan yang dibahas oleh Muhammadiyah.

“Bagi kita sesuai protap kementrian misalnya semua harus filakukan dengan phsical distancing. Di masjid Nabawi saja saat ini tak boleh lebih dari 40 persen dari kapasitasnya. Kalau semua masjid segitu praktis tidak bisa mencukupi dan Jumatan harus dilakukan lebih dari satu gelombang. Muhammadiyah lakukan kajian secara Fiqih dan intinya tak ada masalah kalau memang masjid tak mencukupi maka bisa sholat lebih dari satu gelombang,” ungkapnya, Senin (01/06/2020).

Agus menyebut, sangat mungkin Jumatan dilakukan dengan jeda satu jam misalnya gelombang pertama pukul 12.00 dan gelombang kedua pada 13.00 WIB. “Karena kalau masjid kapasitasnya maksimal 40 maka tidak akan mencukupi jamaah yang ada,” sambungnya.

Sementara Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Agus Syamsudin mengatakan pihaknya akan segera merumuskan petunjuk pelaksanaan agar masyarakat di bawah tidak kebingungan. Namun begitu, MCCC tak ingin buru-buru dan tetap memperhatikan data serta hasil penelitian di tiap daerah yang dinamikanya berbeda.

“Orang sudah rindu ke masjid tapi kita ingatkan juga agar tidak tertular. Jangan sampai masjid jadi pusat penularan baru Covid-19. Semoga Rabu (03/06/2020) sudah ada petunjuk jamaah untuk masjid kita. Kita tak ingin euforia tapi protabnya tak sesuai standar malah membuat klaster baru,” ungkapnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI