Muhammadiyah Susun Petunjuk Protokol untuk Sekolah dan Tempat Ibadah

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) segera membuat petunjuk kegiatan untuk sekolah dan tempat ibadah. Sisi keamanan dan protokol kesehatan dikedepankan untuk mencegah adanya penularan virus Covid-19 yang saat ini masih terjadi.

Ketua MCCC, Agus Syamsudin mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan analisa berdasar data di lapangan. Muhammadiyah memiliki beberapa model sekolah seperti setengah hari, full day dan boarding school yang harus punya protokol jelas kegiatan kedepan ketika nantinya dibuka kembali.

“Sekolah-sekolah juga sedang kita siapkan (protokol kegiatannya) apalagi kita punya sekolah setengah hari, full day, boarding school dan ini penting untuk segera dipersiapkan. Satu hal yang kita tekankan bahwa tata kehidupan baru ini bukan sekedar pakai masker dan hand sanitizer tapi berbagai hal dan harus kita siapkan dengan baik. Tapi karena penambahan kasus masih 700 kemarin maka langkah waspada tetap jadi prioritas Muhammadiyah,” ungkapnya, Senin (01/06/2020).

Sementara terkait tempat ibadah, MCCC masih akan terus melihat data dari lapangan terkini. Pembukaan masjid akan didasarkan pada zona di lokasi apakah masih memiliki daftar ODP, PDP atau kasus positif.

“Kita standarnya harus berbasis data dan laporan scientific yang jelas. Di mana masjid yang boleh dibuka kita lakukan kajian pada dokter yang bertugas di gugus tugas pemerintah agar ketika memutuskan tidak salah. Kita tak ingin euforia tapi protabnya tak sesuai standar malah membuat klaster baru,” ungkapnya lagi.

Muhammadiyah mengedepankan anjuran physical distancing dengan kapasitas masjid yang tak lebih dari 40 persen. Muhammadiyah juga telah melakukan Kajian Fiqih bersama Majelis Tarjih untuk memastikan apakah Salat Jumat bisa dilakukan lebih dari satu gelombang. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI