Mulai 20 Mei Kantor di DIY Wajib Perdengarkan ‘Indonesia Raya’

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Gubernur DIY mengeluarkan Surat Edaran terkait instansi yang memperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya setiap hari pukul 10.00 WIB atau menyesuaikan dan akan dimulai 20 Mei mendatang. Surat tersebut menjadi tindaklanjut gerakan Indonesia Raya Bergema yang diinisiasi Forum Rakyat Yogya untuk Indonesia (For You Indonesia).

Gerakan tersebut pertama kali akan dimulai 20 Mei mendatang lewat aksi seremonial di Kraton Yogyakarta, Kepatihan, Pakualaman dan Pasar Beringharjo. Lokasi-lokasi itu akan memperdengarkan secara langsung dengan konsekuensi siapa saja yang berada di lokasi harus berdiri tegak juga menghormat.

Kepala Biro Umum Humas dan Protokoler Pemda DIY, Imam Pratanadi mengatakan surat edaran Gubernur DIY ditujukan bagi kabupaten/kota juga instansi di bawah Pemda DIY. Namun, tak hanya itu kantor instansi swasta bahkan BUMD dan BUMN di DIY juga dihimbau dengan sangat untuk melaksanakan gerakan pertama di Indonesia tersebut.

“Saat lagu Indonesia Raya diperdengarkan, maka semua wajib berdiri tegak dengan sikap hormat. Ini ketentuan yang sifatnya mengharuskan pada instansi yang ada di bawah Pemda DIY. Sementara untuk BUMD dan swasta kami himbau dengan sangat untuk melakukan gerakan ini setiap harinya,” ungkap Imam dalam konferensi pers di Kepatihan, Senin (17/05/2021).

Widihasto Wasana Putra, panitia For You Indonesia menambahkan untuk perdana, nantinya lagu Indonesia Raya diperdengarkan dalam satu stansa dengan konsekuensi siapapun yang mendengar harus melaksanakan sikap tegak sembari menghormat. Namun, pihaknya tak ingin menerapkan tindakan keras pada warga yang belum melaksanakan sikap karena tujuan besar membangun rasa nasionalisme kepada seluruh elemen.

“Kami tidak ingin membuat kontroversi karena pure niat kami untuk membangun lebih kuat rasa nasionalisme dengan tetap menjunjung undang-undang. Yogya tidak luntur nasionalismenya, justru ini ungkapan rasa kebangsaan, dimulai dari Yogya harapannya ke seluruh Indonesia,” sambung dia.

Sementara, KPH Notonegoro, Penghageng Kawedanan Kridhomardowo Kraton Yogyakarta, menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk ikut terlibat dalam gerakan yang digagas For You Indonesia itu. Namun, apakah nantinya Kraton akan ikut memperdengarkan Indonesia Raya setiap harinya, Notonegoro masih akan menanti dawuh dalem Sri Sultan HB X.

“Kami tentu berkomitmen pada nasionalisme dan kebangsaan, namun apakah nanti dilaksanakan di Kraton setiap hari, kami masih menunggu dawuh Ngarsa Dalem. Ketika beliau dawuh, maka kami akan siap melaksanakan,” tegasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI