Mulai Hari Pertama Kampanye, Jokowi Bakal Naik Prameks di Yogya

YOGYA, KRJOGJA.com – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo bersiap melakukan kampanye terbuka mulai 23 Maret 2019 mendatang. Di hari pertama, Jokowi dijadwalkan menghadiri deklarasi alumni Yogyakarta menggunakan kereta api Prambanan Express (Prameks) dari Maguwoharjo menuju Lempuyangan untuk kemudian bersepeda menuju Stadion Kridosono. 

Budi Kuncoro Ketua Umum Deklarasi Alumni Yogyakarta dalam konferensi pers Selasa (12/3/2019) mengungkap nantinya peserta dari alumni universitas, sekolah maupun pekerjaan di Yogyakarta akan berkumpul di Stadion Kridosono Sabtu (23/3/2019) mulai pukul 08.00 WIB. Menurut Budi, Jokowi dipastikan hadir secara langsung dan bahkan telah membuat rute setelah turun di Bandara Internasional Adisutjipto. 

“Acara ini bertajuk Alumni Jogja satukan Indonesia dan kami membawa inisiatif karena kita tahu bersama Jokowi alumni UGM dan kami membuat inisiatif melakukan deklarasi. Ada beberapa alasan karena calon yang kami dukung adalah alumni Yogya dan kami perlu memberikan dukungan,” ungkapnya. 

Nantinya deklarasi akan dikemas dengan cara menarik seperti adanya balutan seni budaya juga penampilan artis-artis pendukung. “Acara nanti akan dimeriahkan artis seperti Sri Khrisna, God Bless, NDX AKA, dan Slamet Raharjo. Seluruhnya sudah konfirmasi hadir dan kami ajak seluruh alumni untuk bergembira, tanpa embel-embel partai politik dan ormas apapun,” sambungnya. 

Sementara Djaduk Feriyanto menambahkan bakal mempersiapkan tarian dari Padepokan Seni Bagong Koesodiharjo berjudul Senyum Indonesia. “Ini kami bawakan karena Yogya miniatur Indonesia. Dan harapannya besok bisa menggambarkan keragaman Yogyakarta. Kua Etnika akan tampil gemuk dengan 30 personil yang menggambarkan kekayaan Indonesia,” sambung Djaduk. 

Satu seniman lain yang juga terlibat yaknj Butet Kartarajasa mengaku tak segan dicap sebagai pendukung salah satu paslon. Butet memaknai peristiwa tersebut sebagai sebuah kegembiraan sekaligus ide jenaka yang coba mengakrabkan khalayak pada dunia politik. 

“Ada sebuah peristiwa politik yang jadi kegembiraan tanpa marah. Inilah yang kami inginkan. Siapapun yang pernah tinggal di Yogya, ya itu alumni dan kami undang siapapun. Saya pernah dicibir seniman kok memihak, ya saya bilang seniman juga manusia hanya kebetulan berprofesi di seni. Ini bagian dari sikap dan saya jelas. Dicibir jadi orangnya Jokowi ya tidak masalah. 4,5 tahun kita merasakan pemerataan infrastruktur menciptakan rasa adil bagi bangsa. Jumlah pemilih di Indonesia timur tidak seberapa tapi tetap menjadi prioritas. Saya hanya ingin jadi bagian dari masyarakat Indonesia yang memberikan orang Indonesia bekerja dengan baik,” ungkap Butet panjang lebar. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI