Murid SD Pangudi Luhur Ikuti Misa Rabu Abu

YOGYA, KRJOGJA.com – Menandai dimulainya masa Pra Paskah, siswa, guru, dan orangtua SD Pangudi Luhur (PL) mengikuti Misa Rabu Abu, Rabu (26/2) pagi di Gereja Katolik Kidul Loji hingga memenuhi halaman gereja.

“Abu yang dioleskan di dahi umat Katolik, tidak bisa dilihat yang bersangkutan. Hal ini mengandung makna agar Umat Katolik terus bercermin dan belajar,” ucap Rm FX Suhanto Pr saat memimpin misa.

Rm Suhanto menyebutkan abu yang berupa debu itu juga membawa makna manusia penuh keterbatasan. “Sehingga harus terus dibina agar berkembang, masa pra paskah mengajak untuk sadar pendidikan pengajaran dengan tuntunan orangtua dan guru,” jelasnya.

Masa Pra Paskah selama 40 hari hingga Minggu Palma memasuki masa Tri Hari Suci, Kamis Putih Jumat Agung dan Paskah umat Katolik berpuasa dan pantang setiap Rabu dan Jumat. “Pemeriksaan diri, mengekang diri dari keinginan nafsu duniawi, makan enak, emosi, dan lainnya, menyambut kebangkitan Kristus,” jelasnya.

Gereja Katolik di Yogya menggelar Misa Rabu Abu dari Selasa sore, Rabu pagi hingga sore harinya. Umat Katolik mendapat abu tanda salib di dahinya.

“Selama masa Pra Paskah, siswa diajak berpuasa pantang setiap Rabu, Jumat kantin sekolah libur, dan ada kolekte APP ,” tutur Kordinator PGTK-SD Pangudi Luhur Drs Br Petrus I Wayan Parsa FIC. (R-4)

BERITA TERKAIT