Musim Hujan DIY Diramalkan Mulai November

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – BMKG memprakirakan awal musim hujan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melambat 1 – 2 dasarian (10 – 20 hari). Hal tersebut dipicu sejumlah kondisi alam.

Kepala Stasiun Klimatologi Mlati, BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan berdasarkan update 21 Agustus 2019, pada Agustus 2019 El Nino sudah meluruh menjadi netral. "Cederung netral, anomali suhu muka air laut Indonesia bagian selatan lebih dingin dari normalnya dan peralihan angin timuran menjadi angin baratan diprediksi akan terlambat," jelasnya, Rabu (21/08/2019).

Berkaitan dengan kondisi tersebut maka untuk wilayah DIY diprakirakan awal musim hujan 2019/2020 umumnya diprakirakan pada November 2019. Sehingga musim hujan diprediksi akan terlambat. Sementara untuk puncak musim hujan 2019/2020 wilayah DIY diprakirakan pada Januari – Februari 2020.

Lebih lanjut, kecuali bagi wilayah Kabupaten Sleman bagian barat dan Kabupaten Kulonprogo bagian utara, diprakirakan awal musim hujan pada Oktober 2019 dasarian III (sepuluh hari terakhir Oktober 2019). BMKG mengimbau masyarakat perlu mewaspadai dampak negatif musim hujan, antara lain peningkatan potensi banjir dan longsor hingga gelombang tinggi di pantai selatan. (Ive)

BERITA REKOMENDASI