Najwa Shihab Sambut 5.279 Mahasiswa Baru UMY

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan Masa Ta’aruf (Mataf) dalam rangka menyambut mahasiswa baru tahun 2021 pada Senin (13/09) secara virtual. Hadir secara virtual jurnalis sekaligus presenter, Najwa Shihab sebagai keynote speech kegiatan ini.

Najwa Shihab menyampaikan kepada mahasiswa baru UMY, bahwasannya menjadi mahasiswa merupakan suatu hak istimewa karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk menjadi mahasiswa. Ia membandingkan data seberapa persen anak muda di Indonesia yang mendapatkan akses pendidikan. “Menjadi mahasiswa itu privilege, kemewahan, tidak semua orang bisa mencicipi kemewahan ini. Kalau dari data yang saya cek hanya 34-35% anak muda seusia adik-adik sekarang yang bisa meregup sumur dalamnya ilmu pengetahuan dan kalau kita bicara yang lulus jadi sarjana, itu bahkan lebih sedikit lagi hanya 6% dari total penduduk kita yang bisa lulus menjadi sarjana,” kata Najwa Shihab.

Melihat kondisi lapangan, terkadang kebanyakan dari Mahasiswa selalu mengindahkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sampai akhirnya mereka lupa akan penyerapan pengalaman yang tidak kalah penting dari IPK. Menanggapi hal tersebut Najwa Shihab membeberkan kepada mahasiswa bahwa kuliah bukan saja soal nilai yang bagus. “Apa si yang mau kalian kejar jadi mahasiswa? Ya tentunya harus mengejar IPK, mengejar ilmu tapi sekali lagi bukan hanya itu, bukan hanya nilai, bukan hanya IPK. Tetapi kuliah itu kan pengalaman yang kita dapatkan, jejaring atau koneksi yang kita jalin, memori yang kita ciptakan, pergaulan, skill yang kita asah, semuanya itu seharusnya bisa didapatkan dan dimaksimalkan di bangku kuliah,” jelasnya.

Najwa Shihab menyatakan di masa pandemi ini kondisi bangsa Indonesia secara keseluruhan sedang tidak baik-baik saja, terjadi inflasi wewenang negara dan defisit perang warga negara. Melalui situasi tersebut Najwa Shihab menyampaikan kepada mahasiswa baru untuk mengisi perannya dalam rangka memperbaiki situasi bangsa. Pendiri narasi ini menegaskan fungsi dunia akademik untuk kemajuan bangsa Indonesia.

“Dunia akademik itu dunia yang seharusnya menempatkan kebebasan berfikir di atas banyak hal. Kebebasan untuk mengungkapkan pendapat, kebebasan untuk menggali informasi, kebebasan untuk mengekspresikan kritik dan kebebasan untuk menyampaikan apa yang mungkin saja tidak berani disampaikan oleh kalangan kelompok lain,” tegasnya.

UMY

BERITA REKOMENDASI