Nama Bahan Jamu Warnai MPLS Daring SMPN 15 Yogya

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Nama-nama bahan jamu tradisional dan twibon mewarnai jalannya MPLS secara daring di SMPN 15 Yogyakarta. Bahan jamu untuk menamai gugus atau kelas dengan maksud agar siswa mengenal ramuan jamu tradisional. Penjelasan ini disampaikan Kepala SMPN 15 Siti Arina Budiastuti MPd BI kepada KRjogja.com, Senin (12/07/2021).

Pada hari pertama, diawali siswa mengisi presensi di WA Grup kelas dengan menuliskan nama lewat chat grup kelas. Dilanjutkan dengan penumbuhan karakter peserta didik dan pembukaan oleh Kepala Sekolah melalui video.

“Waka Kurikulum kemudian memberikan penjelasan lewat video tentang Belajar Dari Rumah (BDR), sedang Waka Kesiswaan juga melalui video menjelaskan tentang tata tertib sekolah,” kata Arina.

Kepala SMPN 15 itu juga berpesan kepada orangtua untuk membersamai ketika Pelajaran Jarak Jauh (PJJ). Mengajak semua stake holder dan orangtua untuk meraih cita-cita. SMPN 15 adalah piloting sekolah siaga kependudukan.

SMPN 15 Yogyakarta dalam tahun pelajaran 2021/2022 menerima 10 kelas 7 dari A sampai J yang dalam MPLS disebut gugus. Masing-masing gugus diberi nama bahan-bahan jamu tardisional. Kelas 7 A atau Gugus A namanya adam manis/asam Jawa/angsana. Gugus B namanya binahong/bratawali. Gugus C namanya cengkih/ciremay. Gugus D namanya dadap serep.

Gugus E namanya empon-empon, Gugus F namanya flamboyant, Gugus G namanya gandarusa dan Gugus H namanya hanjuang. Sedangkan Gugus I namanya iles-iles, Gugus J namanya jahe. Sekolah juga membuat twibon untuk dipakai siswa pada DP WA-nya.

Selama MPLS siswa mendapatkan penjelasan tentang profil sekolah, mars SMPN 15, budaya hidup bersih dan sehat, serta mengenal budaya Kota Yogyakarta. Juga bagaimana akfitivitas di goegle classroom (GCR), berkenalan dengan para guru, pengenalan ekstrakurikuler kepramukaan, dan pembentukan pengurus kelas. Semua dilakukan secara daring. (War)

BERITA REKOMENDASI