Nama Haryadi Suyuti Muncul di KPK, Forpi Minta Proyek Soepomo Diusut Tuntas

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kasus dugaan korupsi berupa suap pada proyek rehabilitasi Saluran Air Hujan (SAH) di Jalan Dr Soepomo Umbulharjo Yogyakarta yang ditangani KPK terus bergulir. Terbaru, KPK menyebut tengah menyelidiki dugaan aliran dana dari walikota Yogyakarta ke jaksa Eka Safitra yang sudah berstatus tersangka.

Dalam kasus terasebut, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap yakni oknum jaksa pada Kejaksaan Negeri Kota Yogyakarta, Eka Safitra, Satriawan Sulaksono jaksa dari Kejaksaan Surakarta dan Gabriella Yuan Ana, Direktur Utama pada PT Manira Arta Mandiri yang berkantor di Solo Jawa Tengah.

Baca juga :

Dishub Minta Underpass Kentungan Bisa Digunakan Saat Libur Nataru
JIHW 2019 Digelar, Kumpulkan Sampah Dapat Uang hingga Jalan Bareng 'Tamiya'

Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta memberikan tanggapan terkait pernyataan KPK yang kini tengah memeriksa aliran dana yang melibatkan walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. Forpi pun meminta KPK untuk mengusut tuntas kasus tersebut termasuk mengungkap keterlibatan pihak manapun.

“Forpi Kota Yogyakarta mendukung proses hukum yang sedang berlangsung di KPK. Siapapun yang terlibat dalam kasus ini harus diproses hukum sesuai dengan prinsip equality before the law, dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, siapa saja termasuk Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti,” ungkap Koordinator Forpi Kota Yogyakarta, Baharuddin Kamba kepada KRJOGJA.com, Jumat (08/11/2019).

Forpi menurut Baharuddin juga mendorong ASN di Pemkot Yogyakarta untuk berani melaporkan bila mengetahui adanya dugaan tindak pidana korupsi. “Kami dorong ASN untuk berani, meski untuk menjadi seorang whistle blower tidaklah mudah karena akan menghadapi banyak risiko, misalnya hilangnya jabatan,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI