Nasabah Bumi Putera Tuntut Klaim Asuransi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Puluhan nasabah/pemegang polis Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumi Putera Cabang Gondomanan Yogya, Kamis (11/02/2021) mendatangi kantor asuransi setempat di Jalan Brigjen Katamso, Yogya. Mereka menuntut agar hak-hak pemegang polis yang telah membayar premi bulanan secara tertib dan masa kontraknya telah berakhir, segera dipenuhi.

Hampir selama tiga tahun para pemegang premi nasibnya seperti terombang-ambing tidak menentu, terutama sejak dilakukannya rekturisasi di tubuh AJB Bumi Putera. Puluhan nasabah/pemegang polis datang datang ke kantor AJB Bumi Putera di Jalan Brigjen Katamso dikoordinir oleh Suyamto, diterima Kepala AJB Bumi Putera Cabang Gondomanan, Tuidmiwati.

Suyamto mengemukakan dengan belum cairnya dana milik para nasabah/pemegang polis yang kategorinya masuk kontrak telah berakhir, itu berarti AJB Bumi Putera tidak bisa dipercaya lagi komitmennya, karena tidak bisa bertanggung jawab terhadap kewajibannya sebagai penyelenggara asuransi. “Terlihat dengan jelas bahwa AJB Bumi Putera tidak profesional dalam mengelola dana dari para nasabah/pemegang polis,” kata Suyamto.

Ditambahkan, selama ini para nasabah/pemegang polis setiap bulan tertib membayar premi asuransi. Tetapi giliran hendak mendapatkan hak-haknya, pihak AJB Bumi Putera berdalih perusahaan sedang dalam kondisi ‘tidak sehat’, sehingga pencairan dana tertunda.

Menurut Suyamto dana itu seharusnya cair bagi nasabah/pemegang polis yang masa kontraknya telah berakhir (15 tahun) dengan batas waktu 15 hari. Tetapi pada kenyataannya, sudah hampir tiga tahun dana tidak segera cair dengan berbagai alasan.

Apa yang dialami para nasabah/pemegang polis yang sudah berakhir masa kontraknya, ternyata juga dialami oleh nasabah/pemegang polis dengan kategori tahapan. Dana yang seharusnya diterima tidak juga segera cair dengan berbagai dalih.

“Kami kumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membayar premi asuransi. Tetapi giliran yang tersebut hendak kami gunakan dan seharusnya sudah berada di tangan kami, ternyata pihak asuransi tidak mampu memenuhinya,” ucap salah satu nasabah/pemegang polis, Marso Dayoko.

Menanggapi hal tersebut, Tuismiwati mengemukakan perusahaannya tidak berniat mengingkari kesepakatan atau perjanjian yang telat ditandatangani kedua belah pihak. Hak-hak para nasabah/pemegang polis nantinya akan dipenuhi secara utuh. Namun demikian, pencairan dana itu menunggu perintah dari kantor pusat di Jakarta.

Tuismiwati bisa memahami kegelisahan para nasabah/pemegang polis. Meski demikian mereka diminta bersabar menunggu keputusan dari pusat. “Perusahaan pasti akan memenuhi kewajiban, hanya saja menunggu waktu,” ucap Tuismiwati.

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam, mulai pukul 09.00 itu berakhir tanpa ada kejelasan kapan pastinya dana bisa dicairkan. Para nasabah/pemegang polis sangat kecewa karena hanya mendapatkan jawaban ‘klise’ yakni diminta bersabar.

Mereka kemudian menggelar spanduk berisi berbagai tuntutan terhadap AJB Bumi Putera, yang intinya agar uang mereka segera direalisasi. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI